Nelayan Karimun Hilang di Laut
KARIMUN (HK)-Sejumlah nelayan di Karimun masih mencari keberadaan dua orang nelayan asal Meral, Suhardi alias Acai Belang (50) dan anaknya, Cekang (12) yang hilang di perairan antara Pulau Pisang dan Takong Hiu, Karimun pada Rabu (21/9) malam. Kuat dugaan, korban terbawa arus laut hingga ke perairan Malaysia. "Kami masih melakukan pencarian sambi melepas jaring di laut. Kami juga masih sering kontak-kontakkan dengan nelayan lain. Sampai saat ini, belum ada petunjuk keberadaan kedua korban yang hilang. Kami menduga, dia terbawa arus hingga ke Malaysia," ungkap Abun Chun, Ketua Kelompok Nelayan Perpat Sunsang yang mengaku tengah berada di perairan Takong Hiu, Jumat (23/9) siang.Kata Abun, dari informasi yang diperoleh dari keluarga korban, pada saat kapal milik korban dihantam gelombang besar pada Rabu lalu, hingga tenggelam ke dasar laut, bapak dan anak itusempat mengambil jerigen kosong yang ada di atas kapal. Mereka menggunakan jerigen kosong itu sebagai pelampung. Namun, karena arus laut sangat kuat mereka diduga terbawa arus.
"Kalau mereka mampu bertahan diatas jerigen kosong itu, saya yakin keduanya selamat. Saya menduga, keduanya terbawa arus laut hingga masuk ke perairan Malaysia. Karena, saat itu berhembus angin barat daya yang mengarah ke Tanjungpiai dan Kukup, Malaysia. Kita doakan saja keduanya selamat," tuturnya.
Abun menyebut, angin ribut yang menghantam kapal Acai Belang merupakan angin penutup musim selatan menjelang masuknya musim angin barat. Masuknya musim angin barat memang sering ditandai dengan angin ribut, hingga memacu gelombang besar. Kalau tak hati-hati, bisa menenggelamkan kapal.
"Pergantian musim di laut itu terjadi setiap tiga bulan. Saat ini sebenarnya masih musim selatan dan menjelang masuknya musim angin barat. Pada saat kapal Acai tenggelam dihantam gelombang, itu merupakan angin ribut menjelang masuknya musim angin barat. Angin ribut itu terjadi selama satu minggu," terang Abun.
Pria yang sehari-hari menjabat sebagai Ketua RT/RW 01/01 Meral Tanjung, Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral itu memastikan, kalau kapal milik Acai benar-benar tenggelam. Pasalnya, ketika pihak keluarga dan nelayan Meral melakukan penelusuran mencari korban, mereka hanya menemukan jaring tenggiri milik korban yang terputus dari kapalnya.
"Kapal korban saya rasa memang sudah tenggelam. Soalnya, pihak korban dan beberapa teman-teman nelayan yang melakukan pencarian hanya menemukan jaringnya saja. Sementara, kapalnya sudah tak ada lagi. Jaring itu ditemukan di lokasi korban melepas jaring di sekitar Pulau Pisang dan Takong Hiu," jelasnya.
Menurutnya, cuaca di laut sudah mulai bagus, gelombang juga sudah tak besar lagi. Dengan cuaca seperti itu, maka pihaknya akan dengan mudah melakukan pencarian korban. Namun sayang, sepanjang perairan di barat Pulau Karimun Besar hingga Pulau Karimun Anak dan Takong Hiu, keberadaan korban tak kunjung ditemukan.
Sementara, aparat yang bertugas di laut sudah mulai menghentikan pencarian dua nelayan yang hilang itu, kemarin. Mereka hanya melakukan koordinasi dengan nelayan yang masih berada di laut. "Pencarian kami hentikan dulu, namun kami masih terus berkoordinasi dengan nelayan," kata Kepala Satuan Polair Polres Karimun Iptu Sahata Sitorus.
Diberitakan, nelayan asal Meral, Suhardi alias Acai Belang (50) dan dua orang anaknya, Acong (15) dan Cakang (12) dikabarkan hilang saat kapal mereka dihantam badai di perairan antara Pulau Pisang dan Takong Hiu, Karimun, Rabu (21/9) malam. Acong berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Dia ditemukan mengapung di sekitar perairan Takong Hiu, Kamis (22/9) siang oleh Adi, nelayan Meral.
Acong langsung dievakuasi ke RSUD Karimun. Saat ditemukan, tubuh Acong sangat lemas. Dia harus dibimbing oleh nelayan dan tim penyelamat menuju ke ruang IGD RSUD Karimun. Setelah mendapatkan perawatan intensif, dia akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan. Saat ini, korban berada di kamar 417 RSUD Karimun. (ham)
Share
0 komentar:
Posting Komentar