Rabu, 28 September 2016

Inilah Penjelasan Ketua FBKPASS,Terkait Pasar Sentral Sengkang Yang Terbakar

]]>
Panter Wajo.Kebakaran pasar sentral yang sempat membuat panik para pedagang dan warga sekitar ,pada selasa 27/09/2016 jam 06.00 wita,inilah yang ingin diperjelas oleh beberapa  media  yang tergabung untuk mendapatkan data  akurat tepat dan seimbang   dengan konfirmasi langsung bersama  ketua forum bersama koalisi  pedagang,penjual pusat perbelanjaan  pasar sentral sengkang(FBKPASS)H.Rafi.
Menurut H.Rafi Padu,meman pedagang harus mematikan semua listriknya sebelum pulang,atau menurungkan kilometer listriknya,dan ternyata petugas ronda kami itu yang  lima orang pertama mendapati ada kebakaran salah satu los penjual kain dan pakaian jadi milik H.Tajuddin,masih dalam keadaan menyala seperti kipas angin dan lampu ,tanpa pikir panjang karena melihat titik api menyala ,petugas ronda langsung bertindak cepat memadamkan api menggunakan Racun Api sebanyak 15 buah tabung dari 50 tabung racun apai  yang meman disiap siagakan,dan anggota yang lain menghubungi pihak lain dan berwajib,dan pengakuan  pedagang meman lupa mematikan listrik.
Lebih lanjut H.Rafi menambahkan, bahwa meman penyebabnya arus pendek listrik, dan sudah di cek oleh polisi olah TKP,kalau kerugian sebetulnya dari pihak pedagang tidak banyak karena hanya beberapa yang terbakar,kalau penafsiran saya ada 10% kalau dirupiahkan berkisar Rp.3.500.000,kalau modal seluruh barang meman berkisar 50 juta rupiah tapi itu tidak terbakar semua.
Sejak pengelolaan  diserahkan ke FBKPASS pasar sentral sengkang sudah ada perubahan ,dana yang masuk  dari swadaya pedagang sama dengan dana sewaktu pasar sentral dulu  sebelum   pasar sentral   terbakar hebat  pada tahun lalu ,tetapi dana habis entah kemana,dan sejak dipegang oleh forum,kita sudah nampatkan perubahan dari dana swadaya pedagang, kita belikan racun api 50 buah,CCTV 36 buah ,Genset listrik 2 ,Bor air ada 6 titik,pembangunan pos satpam dan penambahan keamanan,dulu hanya  2 satpam ,ini dana yang kita tarik dari pedagang Rp.3000 dan meman pungutan sudah ada sejak 25 tahun lalu  di pasar sentral sejak  dibangun, meman sudah ada uang pungutan untuk bayar kebersihan dan Satpam,lebihnya kita sisihkan untuk membeli keperluan umum untuk pasar sentral dantidak asai beli ini dirapatkan bersama,inilah perbedaan pengelolaan pasar sentral   sengkang karena ada kejelasan dibandingkan tahun kemarin,Jelas H.Rafi.
Penulis:Lis/Tim
Editor:Mukhlis

0 komentar:

Posting Komentar