Senin, 19 September 2016

Dijemput Kharisma, Tri Rismaharini: Tunggu kehendak Tuhan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menemui rombongan relawan Kharisma yang berniat ‘menjemput’ untuk ikut dalam Pilkada DKI Jakarta. Namun, di hadapan para pendukungnya tersebut, Risma kembali menyatakan menunggu kehendak Tuhan mengenai kepastiannya bertarung di Jakarta.

“Saya tidak menginginkan jabatan. Semua tergantung kehendak Tuhan,” tegas Risma dalam pertemuan di Balai Kota, Senin (19/9/2016).

Dia mencontohkan suatu ketika dia melihat pengemis tertidur di jalanan. Risma lalu menitip sejumlah uang kepada pemilik warung untuk memberi makan pada pengemis jika sudah bangun tidur. “Ini semua atas kehendak Tuhan. Kalau bukan atas kehendak Tuhan yang menggerakkan hati saya, mana mungkin saya kembali melihat si pengemis itu,” katanya.

Saat ditanya tentang rekomendasi PDIP yang disebut-sebut jatuh kepadanya, Risma memilih bungkam. “Saya akan menjawab saat rekomendasi sudah turun. Semua itu kehendak Tuhan. Saya tak bisa menjawabnya,” katanya.

Mendengar jawaban tersebut, anggota Kharisma mengaku tak patah arang. Sebaliknya, semakin kuat Risma menolak, maka makin kuat pula dorongan untuk membawa wanita kelahiran Kediri ini ke Jakarta melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Dari Jakarta kami melawan gubernur zolim. Untuk itu, kami datang untuk menjemput Wali Kota Tri Rismaharini untuk maju di Pilkada DKI Jakarta,” kata Ketua Kharisma Jakarta, Yongky Jonata.

Dia bahkan memberi jaminan menang 99 persen jika Risma memutuskan maju di pilgub Jakarta.”Yang satu persen itu kehendak Tuhan,” sahut Sekjen Karisma, Syaiful Amin.

Diketahui puluhan Karisma Jakarta datang ke Surabaya dengan sembilan unit mobil. Mereka datang Minggu (18/9/2016). Mereka yang datang bertemu Risma di Surabaya di antaranya Ketua Karisma Yongky Jonata, Sekjen Syaiful Amin, Bendahara Silma Azhar, Ketua NU Jakarta H Kasir dan relawan Karisma lainnya.@licom

loading...

0 komentar:

Posting Komentar