Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi menjelaskan peristiwa ini terjadi ketika korban menangis ingin buang air besar. Sementara pelaku Yul sedang menikmati rokok. Karena terus menangis pelaku kemudian membuka baju korban dan mengantarnya ke kamar mandi. Namun tiba di kamar mandi korban masih rewel. Marah, pelaku kemudian menyulut tangan kiri korban dengan rokok sebanyak dua kali dengan harapan korban diam.
Namun karena disulut rokok, tangisan Nando malah semakin menjadi karena kesakitan. Untuk menghentikan tangisnya pelaku Yul mencekik leher korban dengan posisi tangan kanan pelaku di depan dan tangan kiri di belakang.
Selang beberapa menit korban langsung terjatuh membentur lantai kamar mandi dan korban terdiam. Selanjutnya pelaku Yul menyiram korban dengan air menggunakan gayung sebanyak tiga kali supaya korban bangun, namun ternyata korban tidak sadarkan diri.
"Pelaku panik dan lari keluar rumah sebentar, kemudian masuk lagi ke rumah dan membawa Korban ke rumah sakit Harapan Bersama Singkawang, namun jiwa korban sudah tidak tertolong dan meninggal dunia," beber Suhadi, MInggu (18/9).
Berdasarkan pemeriksaan awal autopsi tubuh korban ditemukan adanya tanda tanda lebam di bagian Leher, ada bekas luka sulutan rokok sebanyak dua titik di lengan sebelah kiri, ada tanda merah di atas kemaluan, ada bekas lebam di bagian tulang rusuk sebelah kiri dan penyebab kematian korban karena kekurangan banyak oksigen.
"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini pelaku Yul diamankan di Polres Singkawang," tegas dia.
Suhadi juga menjelaskan pengungkapan kasus ini agak terlambat, sepekan baru terungkap. Itu karena pihak Polres Singkawang menunggu kedatangan orang tua korban yg sedang bekerja di Negeri Jiran Malaysia.
Setelah orang tua korban mengizinkan pihak kepolisian untuk melakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian, polisi kemudian bertindak cepat berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk melakukan autopsi dan hasilnya penyebab kematian korban Lorenzo Fernando alias Nando karena kekurangan banyak oksigen.
"Bertitik tolak dari hasil autopsi itulah polisi langsung melakukan interogasi kepada pelaku Yul, dan akhirnya ia mengakui membunuh korban karena rewel mengganggu pelaku menikmati rokok," tutup Suhadi. (dtc/net)
Share
0 komentar:
Posting Komentar