Serangan demi serangan terus dilancarkan tanpa bisa dibendung oleh tim bolavoli EDF System Integration. Bahkan jarak poin pada setiap laga terpaut sangat jauh, parahnya tim EDP dibuat tidak berkutik sama sekali dalam setiap pertandingan, meskipun mereka telah mengeluarkan tenaga namun kemampuan tim TNI AU terlihat kalah jauh.
Diawal pertandingan set pertama, tim TNI AU dengan kostum kuning kombinasi putih, sudah terlihat mendominasi ritme permainan, hampir setiap bola serangan selalu diluncurkan dengan smash keras, walaupun bisa diblok oleh pemain tim EDF tapi tetap saja menembus pagar yang dibuat.
Derasnya serangan tim yang dikomandoi oleh Mahendra dengan nomor punggung 17, tampak memberikan tekanan mental kepada seluruh pemain EDF yang menggunakan kostum merah kombinasi hitam.
Akhir set pertama skor berakhir 25-9, kemenangan menjadi milik tim TNI AU. Sorakan penonton semakin menjadikan suasana sport Temenggung Abdul Jamal menjadi riuh, pasalnya setiap smash selalu diikuti dengan hardikan penonton.
Sebelum set pertama berakhir, wasit 1, Abdul Malik meniupkan peluit untuk menghentikan permainan sementara, sekaligus disusul pengumuman agar para penonton menahan emosinya secara berlebihan serta tidak diperbolehkan mengambil video permainan.
Masuk pada set kedua, tim EDF kembali mencoba bangkit namun apa daya kemampuan tim TNI AU memang sangat unggul, sehingga kembali digilas dengan skor akhir 25-12, kemenangan kembali menjadi milik TNI AU.
Berlanjut pada seat ketiga, tim TNI AU semakin membuktikan kegarangannya, tanpa diberi ampun tim EDF terus ditekan baik serangan dalam permainan maupun tekanan psikologis dari penonton, dimana skor akhirnya menjadi 25-8.
Untuk diketahui, tim Voly EDF system integration sudah tumbang dalam dua laga pertandingan berbeda, pertama melawan Mc Dermot juga mengalami kekalahan pada hari Senin, (1/5). (Cw 56)
Share
0 komentar:
Posting Komentar