Bupati Usulkan ke Mentan
KARIMUN (HK)-Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun yang akan menjadikan daerah itu sebagai lumbung pangan bahkan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan sebagaimana yang pernah disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada Haluan Kepri akan menjadi kenyataan.
Aunur Rafiq saat rapat koordinasi gabungan (Rakorgab) pengembangan lumbung pangan di wilayah perbatasan dan pengembangan pangan di wilayah penyangga kota besar bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (9/5) mengusulkan agar Karimun bisa dikembangkan untuk komoditas pertanian.
Dalam kesempatan tanya jawab dengan Menteri Amran, Bupati Rafiq menegaskan Karimun sebagai kabupaten dengan posisi strategis dan langsung berhadapan dengan negara Singapura dan Malaysia bisa menjadi lumbung pangan berorientasi ekspor. Saat itu, dia mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pengembangan komoditas pertanian.
"Kami mengusulkan kepada pemerintah pusat agar dapat memberikan bantuan untuk pengembangan komoditas pertanian berupa bantuan benih nanas, bawang merah, cabe, jagung, sayur-sayuran serta bantuan pupuk dan juga alat mesin pertanian (alsintan). Kami juga mengusulkan lahan untuk jagung seluas 500 hektar dan untuk bawang merah seluas 300 hektar," ungkap Rafiq.
Usulan yang disampaikan Bupati Rafiq mendapat perhatian penuh dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Menteri Amran akan menindaklanjuti usulan tersebut kepada Dirjen terkait. Dia akan mendukung usulan di wilayah perbatasan yang ingin mengembangkan potensi pertanian di daerah tersebut.
Sebelum bertemu menteri, Aunur Rafiq telah mengadakan rapat dengan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Yasid Taufik. Pertemuan tersebut menghasilkan suatu keputusan kalau Tim Lumbung Perbatasan akan membawa eksportir holtikultura berkunjung ke ke Karimun dalam waktu dekat.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun bakal menjadikan Pulau Kundur sebagai kawasan agrowisata atau wisata pertanian di daerah itu. Saat ini, Pemkab Karimun tengah menyiapkan sebuah konsep untuk menyiapkan pulau terbesar di Kabupaten Karimun tersebut sebagai sentra pertanian secara luas.
"Tim peneliti dan Deputi Kementerian Pertanian telah turun ke Kundur. Setelah melihat potensi yang ada di daerah kita, mereka akan menjadikan Karimun sebagai daerah perbatasan untuk ekspor pangan. Saya bilang kepada mereka, kami siap untuk itu. Namun sebelum sampai pada tahap ekspor, kami ingin mencukupi kebutuhan lokal dulu," ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq, Minggu (7/5).
Kata Rafiq, setelah kebutuhan pangan masyarakat Karimun terpenuhi, maka Pemkab Karimun akan terus mengembangkan hasil pertanian di Kundur untuk di ekspor. Untuk sampai ke tahapan eskpor, yang diperlukan itu adalah kualitas, bukan kwantitas. Disamping soal ketetapan harga pangan. (ham)
Share
0 komentar:
Posting Komentar