PEKANBARU (HK)-Solidaritas pengumpulan 2.000 KTP dan menyalakan 1.000 lilin untuk Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pekanbaru batal dilaksanakan lantaran dihalang-halangi sekelompok massa. Kelompok ini mengatasnamankan Pemuda Madani Cinta Kebersihan Pekanbaru.
"Aksi dari massa untuk mengumpulkan KTP Dukung Ahok batal dilaksanakan dan diimbau membubarkan diri," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol, Guntur Aryo Tejo, Sabtu (13/5) malam seperti dikutip tempo.co, kemarin.
Ahok yang dihukum dua tahun pernjara karena kasus penistaan agama. Namun pada pendukungnya menganggap vonis Pengadilan Negeri Jakata Utara dan langsung ditahan itu tidak adil. Berbagai dukungan mengalir untuk Ahok dari sejumlah kota.
Guntur mengatakan, Polresta Pekanbaru telah mengerahkan 265 personel dalam rangka kesiapan pengamanan aksi 2.000 KTP untuk Ahok yang dimulai sekira pukul 19.30 WIB, di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pada Sabtu itu.
|
Namun sebelum memulai, kata Guntur, telah datang terlebih dulu massa yang mengatas namakan Pemuda Madani Cinta Kebersihan Kota Pekanbaru yang tergabung dari Askar Teking, Majelis Taklim dan FPI. Jumlahnya sekitar 25 orang.
Mereka melakukan orasi dengan speaker dan Drumband sambil membawa bendera serta umbul-umbul. "Di mana aksi ini menyuarakan penolakan aksi seribu lilin dan pengumpulan KTP di Kota Pekanbaru," kata Guntur.
Sekira pukul 20.00 WIB massa pendukung Ahok berangsur membubarkan diri meninggalkan lokasi sekitar Tugu Perjuangan Pekanbaru. Massa dari Pemuda Madani Cinta Kebersihan Kota Pekanbaru tidak lama kemudian juga membubarkan diri.
Di tempat terpisah, aksi solidaritas seribu lilin untuk Ahok di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/5) malam, berlangsung ricuh. Kericuhan itu saat puluhan orang beratribut Front Pembela Islam (FPI) hendak membubarkan aksi damai mereka.
TNI dan juga pihak kepolisian pun langsung bersiaga di sekitar lokasi untuk bisa mencegah terjadinya bentrokan antar dua kelompok massa. Aksi yang semula hendak digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar tersebut kemudian dipindahkan ke halaman depan RS Stellamaris.
Namun, sekelompok orang beratribut FPI itu tetap saja berusaha merangsek ke dalam hingga terjadi saling dorong di depan pintu rumah sakit. Aparat Brimob Polda Sulsel dengan persenjataan lengkap berhasil membuat benteng pemisah menggunakan tameng sehingga tak terjadi aksi bentrok antara FPI dan kelompok pendukung Ahok.
"Kami tidak melarang adanya aksi solidaritas membakar lilin cuma untuk menempati anjungan Losari dibutuhkan surat izin penggunaan tempat. Tapi aksi menyanyi lagu nasional itu kami persilakan setelah itu diminta untuk bubar," kata Kepala Kecamatan Ujung Pandang Makassar, Andi Zulkifli Nanda. (tmp/net)
Share
0 komentar:
Posting Komentar