BATAM (HK) - Walikota Batam, Muhammad Rudi dalam waktu dekat akan memanggil manajemen Bright PLN Kota Batam. Langkah tersebut diambil orang nomor satu Batam ini karena munculnya keluhan masyarakat terkait kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang baru saja diterapkan.
Terlebih kebijakan tersebut dinilai sebagai orang membebani masyarakat, sehingga perlu dilakukan kajian, pembahasan serta evaluasi mengenai kebijakan tersebut.
"Kita akan panggil PLN dan minta penjelasannya. Karena banyak keluhan masyarakat terkait kebijakan tersebut," ujarnya dalam acara silaturahmi Walikota dan Wakil Walikota Batam bersama perangkat RT/RW Batam Timur di Lapangan Engku Putri, Sabtu (15/4) malam.
Meski menurutnya, permasalahan energi sudah tidak lagi menjadi wewenang Pemko Batam melainkan sudah ditarik menjadi wewenang Provinsi Kepri sesuai amanat UU nomor 23 tahun 2014, sehingga dalam melakukan pembahasan rencana kenaikan TDL tidak lagi melibatkan Pemko Batam didalamnya.
"Meskipun begitu, kita akan menindaklanjuti keresahan masyarakat tersebut, dan akan mempertanyakan kepada PLN untuk dijelaskan," tutupnya.
Ditempat sama, Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahcmad mengatakan Pemko Batam tidak akan lepas tangan dengan adanya keluhan warga perihal kenaikan TDL meskipun wewenangnya berada di Provinsi Kepri, bahkan lebih nyatanya Pemko sudah mengajukan surat keberatan serta kebaikan TDL perlu dilakukan evaluasi.
"Kami paham betul kondisi itu, tapi ada kewenangan yang tidak bisa kami jangkau. Kami sudah ajukan surat keberatan, dan Senin nanti pun akan kembali bertemu dengan Bright PLN Batam. Kita ingin ada titik temu untuk menyelesaikan kenaikan tarif ini," katanya.
Sebelumnya masyarakat menyampaikan keluhan mereka dalam acara silaturahmi tersebut, Ketua RW 48 Pesona Boulevard Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota, Tundra Laksmana mengatakan kenaikan TDL dengan kondisi perekonomian sekarang sangatlah tidak tepat, bahkan efek ditimbulkan berpotensi mengakibatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Batam gulung tikar.
"Masalah listrik ini luar biasa, apalagi di daerah kami banyak UKM. Ini harus dibahas kembali," katanya.
Hal senada juga dikatakan Ketua RW di Kelurahan Tanjungbuntung Kecamatan Bengkong, R Siagian. Dikatakannya kenaikan TDL sebesar 46 persen sangat terasa membebani masyarakat, belum lagi ditambah dengan beban hidup lainnya, seperti urusan wajib keluarga dan pemenuhan kebutuhan pokok.
"Setelah bayar rekening listrik, pada geleng-geleng kepala. Apalagi dalam waktu dekat mau menyambut pendaftaran siswa baru, mau menyambut bulan suci Ramadhan. Kebutuhan banyak," tutupnya.
Selain masalah listrik, permasalahan lain yang disampaikan warga melalui perangkat RT/RW adalah terkait uang wajib tahunan otorita (UWTO). Masyarakat berharap agar biaya sewa lahan ini ditinjau kembali atau bahkan jika bisa dihilangkan.
Silaturahmi Walikota, Wakil Walikota bersama RT/RW ini digelar dalam rangka menjaga kebersamaan perangkat pemerintahan. Sekaligus sarana mendengarkan masukan dari masyarakat.
"Tugas saya bagaimana mengikat seluruh perangkat daerah ini sampai ke bawah, RT RW," ujarnya.
Kegiatan silaturahmi ini dibagi menjadi dua tahap. Pertama untuk RT RW kawasan Batam timur yang mencakup Kecamatan Batam Kota, Nongsa, Lubukbaja, Bengkong, dan Batuampar. Acara digelar di Dataran Engku Putri Batam Centre, Sabtu (15/4) malam, dengan menghadirkan artis Tukul, Meggie Diaz, dan Trio Ambisi. Total RT RW di lima kecamatan ini adalah 1.677.
Tahap kedua digelar di Top 100 Tembesi, Minggu (16/4) malam. Khusus untuk perangkat RT RW Kecamatan Sekupang, Belakangpadang, Sei Beduk, Sagulung, Batuaji, dan Bulang. Artis Nita Talia dan Trio Ambisi akan menghibur 794 RW dan 3.332 RT di enam kecamatan. (cw56/mc)
Share
0 komentar:
Posting Komentar