Salah satu destinasi wisata baru di Jatim, Pulau Giliyang di Kabupaten Sumenep, Madura yang bakal ditawarkan di MTF 2017. Pulau ini memiliki kadar oksigen terbaik di dunia. Foto: Istimewa LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jawa Timur siap menggelar kembali event pariwisata dan budaya bertaraf internasional, Majapahit Travel Fair (MTF) 2017. Agenda rutin tahunan yang terbesar di kawasan Indonesia Timur ini telah diselenggarakan untuk yang ke-18 kalinya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Jarianto mengatakan MTF dilaksanakan pada 13-16 April 2017 di Graand City Convex Surabaya. Ada yang berbeda di MTF 2017 ini, jumlah buyer asal luar negeri semakin bertambah dan bervariasi yakni ada 23 negara yang akan mengikuti transaksi travel exhange (travex). Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya 15 negara.
Untuk buyer asal luar negeri sebanyak 93 orang yang berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnamm, Filipina, Cina, Hongkong, Jepang, India, Srilanka, Pakistan, Australisa, Belgia, Kannada, Republik Ceko, Hungaria, Italia, Belanda, Polandia, Rusia, Saudi Arabia, Ukraina dan Uni Emirat Arab. Acara ini juga diikuti oleh buyer dalam negeri atau luar provinsi Jatim yakni sebanyak 42 orang.
“Para buyer ditargetkan dari negara-negara yang menjadi pasar Jatim dan memiliki direct flight ke Surabaya maupun negara pasar baru bagi Jatim, serta provinsi luar Jatim,” katanya, Kamis (6/4/2017).
Sedangkan untuk tema MTF yang diusung kali ini adalah Adventure Tourism. Dijelaskan Jarianto, hal ini sejalan dengan maraknya berbagai objek wisata bernuansa petualangan, misalkan saja diving (menyelam), rafting, snorkling juga off road yang bisa dilakukan di sejumlah daerah Jatim.
“Kita wujudkan salah satunya paket wisata yang dijual pada travex, sedangkan di pameran akan difasilitasi booth untuk pelaku industri pariwisata berbasis adventure. Harapannya kegiatan ini saling berkaitan,” katanya.
Lebih lanjut, dalam travex nantinya pihaknya juga bakal mempromosikan daerah yang memiliki kekhasan potensi wisata baru, juga budaya Jatim seperti yang ada di Kabupaten Sumenep.
“Dalam jamuan makan malam, Kabupaten Sumenep nantinya akan mempromosikan potensi kepariwisataannya seperti Pantai Giliyang. Tahun sebelumnya kita kenalkan Kabupaten Bondowoso,” imbuh dia.
Dalam MTF, selain travex juga akan menggelar pameran dan bursa pariwisata yang diikuti oleh para pelaku industri pariwisata Jatim, fam trip bagi buyer juga exhibitor, serta penampilan kesenian khas Jatim.
Dalam event ini, Disbudapar Jatim menarget hasil transaksi travex dan pameran meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 56 miliar atau naik 2,5 persen. Dalam MTF tahun lalu, hasil transaksi mencapai Rp 54,8 miliar.
Sekadar diketahui, setiap tahunnya MTF telah sukses memfasilitasi ratusan peserta yang akan menggelar pameran bisnisnya dari dalam dan luar negeri, termasuk dari negara-negara di Asia dan beberapa wilayah di Eropa.
Apalagi pameran ini melibatkan agen-agen perjalanan, hotel, promosi tempat wisata, dan lainnya. Selain itu, semakin lama semakin banyak pebisnis pariwisata yang mengikuti MTF ini. Lewat MTF inilah, Pemprov Jatim mengklaim bisa terus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Jatim.
Dalam pelaksanaan MTF 2017, Disbudpar Jatim bekerjasama dengan DPD ASITA Jatim, (pelaksana travex), PT Debindo Mitra Tama (pelaksana pameran dan bursa wisata), PT Garuda Indonesia (airlines partner), Lainnya, BPD PHRI Jawa Timur, Casa Grande, BPPD Jatim, DPD HPI Jatim, Hildiktipari dan ASPPI Jatim.@sarifa
0 komentar:
Posting Komentar