Senin, 03 April 2017

Gus Ipul sidak pelaksanaan UNBK di hari pertama

Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rahman saat sidak pelaksanaan UNBK tingkat SMK di hari pertama di SMKN 8 Surabaya. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf sidak langsung ke sejumlah sekolah untuk memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 tingkat SMK.

Seperti yang dilakukannya di SMKN 8 Surabaya, Senin (3/4/2017) pagi, Gus Ipul (sapaan akrab Wagub Jatim) mendatangi setiap kelas yang dipakai para siswa mengerjakan ujian di hari pertama ini.

Ia memantau persiapan para siswa dan menyapanya untuk memberikan semangat. Pihaknya optimistis pelaksanaan UNBK di Jatim, khususnya tingkat SMK yang sudah mencapai 100 persen ini dapat terlaksana dengan sukses.

“Ini pertama kali UNBK berbasis komputer yang sudah mencapai 100 persen. Pesan saya, tidak perlu merasa tertekan, jalani saja dan jawab pertanyaan dengan baik sesuai yang sudah kalian pelajari. Semoga kalian semua berhasil dan mendapat nilai terbaik,” ujarnya dihadapan para peserta UNBK di SMKN 8 Surabaya.

Tak hanya itu, Gus Ipul juga meminta para siswa juga pihak sekolah untuk tak mencemaskan soal listrik yang dikhawatirkan akan terjadi pemadaman tiba-tiba. Ini karena antara Pemprov, yakni Dinas Pendidikan Jatim dengan PLN juga Telkom telah bekerjasama dengan baik untuk memback up penuh pelaksanaan UNBK 2017.

“Tenang saja, ujian kali ini Insya Allah akan berjalan lacar dan baik karena soal listrik sepenuhnya akan dijaga oleh PLN agar tidak sampai terjadi pemadaman. Begitu pula dengan jaringan server yang telah diamankan oleh Telkom,” tegas Wagub dua periode ini.

Meski demikian, pemerintah juga menyiapkan server cadangan jika sewaktu waktu terdapat masalah. Pemerintah telah menyiapkan teknisi-teknisi yang bertugas mendampingi disetiap sekolah dan akan stand by atau berjaga-jaga jika terdapat gangguan pada perangkat maupun konektivitas.

Menurutnya, pelaksanaan berbasis komputer dapat membuat siswa menjadi jujur dengan biaya yang murah, efektif dan efisien. Hal terpenting lainnya adalah lebih mudah dalam pengawasannya. Ujian ini akan membuat guru dan siswa terbiasa untuk melakukan proses belajar mengajar menggunakan teknologi.

Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan UNBK di Jatim secara keseluruhan telah mencapai 100 persen. Namun untuk tingkat SMA/MA belum seluruhnya menggunakan sistem UNBK. Gus Ipul yang juga mantan Menteri PDT ini menyebut terdapat tantangan dan proses yang cukup rumit dari pelaksanaan UNBK ini.

Terutama, pelaksanaan yang berada di wilayah kepulauan maupun daerah terpencil yang belum terjangkau koneksi internet. Saat ini ada sebanyak 12 sekolah tingkat SMA di Kepulauan Raas dan Kepulauan Arjasa (Kabupaten Sumenep).

“Memang masih ada daerah di Jatim yaitu di kepulauan ada yang belum bisa menggunakan sistem UNBK ini, karena memang terkendala jaringan yang mempengaruhi server. Tapi Alhamdulillah dengan komitmen dari PLN, Telkom dan pemerintah dalam menyukseskan UNBK ini dapat memberikan efek positif dari pelaksanaan ujian pada hari ini,” imbuhnya.

Ditambahkan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rahman mengatakan pelaksanaan UNBK di Jatim untuk jenjang SMK dapat berlangsung lancar dan aman. Saiful menjelaskan peserta UNBK untuk jenjang SMK ini berjumlah 200.112 peserta dari total lembaga 1.779 yang terdiri dari 288 SMK negeri dan 1.491 SMK swasta se-Jatim.

Ia berharap, agar siswa dapat mengerjakan soal dengan kepercayaan diri yang tinggi dan tidak terpengaruh oleh kunci jawaban yang tersebar di media sosial.

“Jangan mudah terpancing oleh kunci jawaban yang tersebar di medsos. Masyarakat jangan khawatir beredarnya hacker atau penganggu sistem. Pemerintah telah menyiapkan sistem dan program secara aman sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab,” tandas Saiful.@sarifa

0 komentar:

Posting Komentar