Jumat, 28 April 2017

Durian Kundur Diperbincangkan di Singapura

sekda karimun firmansyah saat forum investasi di karimunKARIMUN (HK)-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun Muhammad Firmansyah mempromosikan durian Tanjungbatu (Kundur) saat mempromosikan investasi Karimun kepada 75 perusahaan asing di Singapura, Kamis (27/4). Muhammad Firmansyah menyebut durian Tanjungbatu memiliki citarasa yang sangat enak, tak kalah dengan durian dari daerah lain.

"Di Pulau Kundur, buah-buahan yang paling terkenal adalah durian. Rasanya sangat enak, menyangkut di lidah," ungkap Firmansyah menjawab pertanyaan Ketua Kadin Komite Singapura Michael Gautama selaku moderator saat diskusi investasi di Pan Pacific Hotel. Para pengusaha tertawa renyah begitu mendengar jawaban Sekda.

Kata Firmansyah, selain memiliki buah durian, Pulau Kundur juga memiliki potensi pertanian lainnya yakni karet, gambir dan kelapa sawit. Hanya saja, semua potensi pertanian yang ada di Kundur belum tergarap secara maksimal. Untuk itulah, pihaknya berharap ada investor Singapura yang mau mengembangkan potensi pertanian di Kundur.

Dikatakan, Pulau Kundur merupakan pulau terbesar di Kabupaten Karimun. Pemkab Karimun menjadikan Pulau Kundur sebagai kawasan pertanian. Sementara, Pulau Karimun Besar sebagai ibukota Kabupaten Karimun merupakan kawasan industri serta Pulau Moro dan Durai yang dijadikan sebagai daerah perikanan.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya kepada Haluan Kepri menjelaskan, saat dia meminta pengusaha asal Singapura maupun Eropa, Cina, Hongkong dan Jerman untuk menanyakan apa sektor yang paling menarik untuk investasi di Karimun melalui poling. Sebanyak 43 persen menjawab pariwisata, 36 persen sektor minyak dan gas sementara hanya 7 persen yang memilih pertanian.

"Semua pengusaha yang hadir dalam forum investasi Karimun ini menjawab kalau Karimun memiliki potensi sebagai daerah tujuan investasi. Dari poling yang kami lakukan, tak satupun diantara mereka yang menjawab kalau Karimun tidak memiliki potensi. Artinya, ini merupakan prospek yang bagus bagi Karimun," jelasnya.

Kata dia, melalui seminar inilah Pemkab Karimun melalui Kedutaan Besar RI di Singapura untuk menyampaikan semua potensi yang dimiliki Karimun. Selain menceritakan kesiapan Karimun, juga sebagai ajang berbagi pengalaman bagi para pengusaha. Salah satu keunggulan yang dimiliki Karimun adanya sinkronisasi antara Pemkab dengan Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Karimun.

Ngurah Jaya menyebut, berdasarkan kunjungan ke Karimun beberapa waktu lalu, daerah setempat memiliki tiga potensi utama yakni usaha galangan kapal (shipyard), minyak dan gas baik itu penyimpanan maupun platform pengeboran minyak. Potensi minyak dan gas sangat besar, apalagi, saat ini sedang dilakukan eksplorasi Blok Masela dan Blok Tangguh.

"Potensi kedua yang dimiliki Karimun adalah pariwisata dan ketiga adalah pertanian. Saya melihat Karimun sudah siap dengan lahannya, juga ada dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Badan Pengusahaan Kawasan Karimun, ditambah lagi sumberdaya manusia di Karimun yang sudah handal," terangnya.

Sementara, Ketua Badan Pengusahaan Kawasan Karimun Cendra Nawazir menambahkan, kegiatan seminar forum investasi Karimun seperti yang dilaksanakan di Singapura merupakan ajang promosi untuk menggaet investor agar mau masuk ke Karimun. Meski banyak pengusaha yang diundang namun belum semuanya yang mau berinvestasi.

"Kita ini ibarat orang berjualan. Seorang pedagang tentu punya trik agar dagagannya laris manis. Nah, salah satu cara yang dlakukan adalah dengan cara menggelar kegiatan seperti ini. Memang belum semua yang mau bergabung. Paling tidak, dari 4 kali kami menggelar kegiatan serupa, minimal ada yang nyangkut 2 pengusaha," ujar Cendra. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar