Suasana fit and proper test calon Komisioner KPU dan Bawaslu. (ISTIMEWA) LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PAN Taufik Kurniawan Komisi II telah membuktikan terkait pemilihan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak ada dari unsur partai Politik seperti rumor yang berkembang akhir-akhir ini.
”Rumor yang berkembangkan akan ada unsur Partai Politik (Parpol) dalam penyelenggara pemilu itu tidak betul dan udah dibuktikan. Pimpinan Komisi II sering konsultasi ke Pimpinan DPR bahwa itu perlu diluruskan dan dibuktikan uji kelayakan dan kepatutan apa yang berkembang tidak benar,”ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/4/2017).
Politisi PAN ini menilai para Komisioner KPU dan Bawaslu terpilih benar-benar independen dan profesional sesuai dengan kaidah-kaidah, dan banyak dari KPU dan Bawaslu daerah dan banyak dari unsur pemerhati penyelenggara pemilu.
“Kemarin saat uji kelayakan dan kepatutan disampaikan langsung pak Ketua Komisi II, semua fraksi hadir semua anggota hadir sehingga tidak ada yang absen sehingga putusannya demokratis,” jelasnya.
Taufik berharap kepada Komisioner KPU dan Bawaslu terpilih bisa mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi Pilpres 2019.
“Ingat tugas KPU dan Bawaslu berat karena Pemilu tahun 2019 kan serentak, tugas dipersiapkan dengan matang dan disiapkan kegiatan serentak dipersiapkan dengan latar belakang terpilih. Ada dari Aceh, Jawa Tengah, Sulteng, sehingga pengalaman jadi modalitas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Komisi II DPR RI telah selesai melakukan pemilihan calon komisioner KPU untuk periode 2017-2022 secara voting. Tujuh pimpinan ini dipilih setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan selama dua hari berturut-turut.
Rapat pemilihan itu dipimpin oleh Ketua Komisi II Zainuddin Amali di ruang rapat Komisi II Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/4/2017). Komisi II lebih dulu memilih calon pimpinan Bawaslu, dari 10 menjadi 5 nama. Lalu dilanjutkan memilih calon komisioner KPU, dari 14 nama dipilih 7 nama.
Berikut hasil voting calon komisioner KPU yang digelar komisi II DPR:
1. Pramono Ubaid Tanthowi: 55 suara
2. Wahyu Setiawan: 55 suara
3. Ilham Saputra: 54 suara
4. Hasyim Asy’ari: 54 suara (incumbent)
5. Viryan: 52 suara
6. Evi Novida Ginting Manik: 48 suara
7. Arief Budiman: 30 suara (incumbent)
Nantinya nama-nama ini akan disahkan dalam rapat paripurna pada 6 April mendatang. @dg
0 komentar:
Posting Komentar