BATAM (HK) - Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Batam, Hernowo MM, menegaskan bahwa ujian nasional berbasis komputer (UNBK) diterapkan kepada 22 SMP di Batam, baik negeri maupun swasta masih bersifat offline tanpa mengunakan akses internet sama sekali. Hanya yang online itu, ketika sinkronisasi data peserta UNBK dan meng upload soal serta mengirim hasil jawaban soal dikerjakan siswa dari server lokal melalui server dari pusat.
"Pelaksanaan UNBK 2017 ini menggunakan sistem semi online, artinya soal dikirim dari server pusat ke server lokal (sekolah). Ujian siswa dilaksanakan oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal ke server pusat secara online (upload). Bukan ketika siswa ikut UNBK mengunakan sistem online ke server pusat, melainkan soal dikerjakan siswa melalui komputer," ujar Hernowo kepada Haluan Kepri, Senin (13/3).
Menurutnya, bahwa semua sekolah bisa menyelenggarakan UNBK, asalkan memiliki perangkat komputer, serta laptop yang nantinya akan disinkronisasikan kepada server lokal dengan sistem local area network (LAN). Maka dari itu, bagi sekolah yang menyelenggarakan UNBK ada yang mengunakan laptop milik siswa, seminggu sebelum UNBK digelar laptop tersebut harus di steril terlebih dahulu di panitia UNBK.
"UNBK ini tidak harus mengunakan PC semua, bisa juga memakai Laptop siswa. Seperti di Jawa, ada sekolah yang meminjam laptop kepada orang tua murid untuk pelaksanaan UNBK. Makanya kata saya, semua sekolah pada dasarnya bisa menggelar UNBK secara mandiri, kalau orang tua murid mau kerjasama menyediakan laptop dipinjakan kepada sekolah," kata Hernowo.
Diakui Hernowo, sejauh ini persiapan UNBK seperti saat simulasi sebanyak dua kali berjalan lancar. Meski banyak sekolah yang menumpang pelaksanaan UNBK pada sekolah lain, namun tak menemukan kendala. Begitu pula bagi peserta UNBK, siswa tak perlu takut dan khawatir, karena UNBK ini tujuannya untuk pemetaan pendidikan, bukan dijadikan patokan kelulusan siswa.
"Siswa gak perlu takut dan khawatir, mengerjakan soal UN sama seperti mengerjakan soal UN di kertas, hanya mediasinya saja lewat komputer. Dan hasil UNBK ini bukan dijadikan penentu kelulusan, tetapi penentu untuk melanjutkan pada sekolah lebih tinggi," jelasnya.
Meski demikian, Hernowo berharap hasil UNBK maupun UN berbasis kertas siswa bisa meraih nilai terbaik. Dan Batam masih menempati peringkat pertama perolehan nilai UN tertinggi se Kepri. "Hasil nilai UN SMP tahun kemarin, Batam masih nomor I, dan ada 8 siswa mendominasi 10 besar nilai tertinggi se Kepri. Nah untuk UN tahun ini kita harapkan 10 besar nilai tertinggi di dominasi siswa dari Batam semua," harap Hernowo lagi. (men)
Share
0 komentar:
Posting Komentar