Selasa, 14 Maret 2017

Temui Jokowi, ini usulan MPR untuk atasi kesenjangan ekonomi

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla bersilaturahmi dengan pimpinan lembaga negara, di Istana Merdeka, Jakarta,

LENSAINDONESIA.COM: Ketua MPR Zulkifli Hasan menyatakan mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan ekonomi. Selain itu, MPR mengusulkan peran Bulog diperkuat.

Usulan yang dimaksud adalah dapat menangani penyediaan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) dikembalikan kepada Bulog.

“Sembilan bahan pokok kembali ke Bulog. Bulog nanti kirim ke koperasi. Koperasi langsung kepada pengecer-pengecer di babupaten, provinsi, sehingga menghapus menghapus komisi-komisi,” ujar Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Selain itu, Zulkifli juga mengusulkan terkait peningkatan peran pengusaha lokal di daerah bersama-sama membantu proyek pemerataan pembangunan. Proyek pemerataan kabupaten-provinsi-Pusat, APBN-APBD itu, lanjutnya, diberikan kepada pengusaha lokal, kecamatan-kabupaten-provinsi-kota untuk mengurangi kesenjangan.

Ia pun menyarankan, agar redistribusi aset termasuk tanah dan pemerintah agar memperbaiki akses permodalan lembaga perbankan dan nonbank untuk pengusaha-pengusaha di daerah.

“Soal lahan segera redistribusi aset terutama tanah. Keempat akses permodalan lembaga perbankan nonperbankan para pengusaha yang di daerah kabupaten-provinsi ini dipermudah dan dibantu juga manajemennya,” jelas Ketua Umum DPP PAN ini.

Zulkifli pun meminta pemerintah menggelar pelatihan bagi pengusaha usaha mikro, kecil,menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis mereka.

Zulkifli menambahkan, pimpinan-pimpinan lembaga legislatif setuju dengan usul Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk merevisi UU devisa. Harapanya, dapat membuat devisa yang masuk negara menjadi lebih maksimal.

“Selama ini ekspor kadang-kadang nyangkut uangnya di Singapura, Hong Kong, sehingga diharapkan nantinya ekspor kita isi agar masuk ke Tanah Air,” terangnya.

Dia pun berharap, dalam pertemuan antar lembaga negara siang tadi, Selasa (14/3/2017) di Istana Kepresidenan, bersama Presiden Jokowi, disepakati sinergi positif delapan lembaga negara agar tujuan pengurangan kesenjangan ekonomi terwujud.@yuanto

0 komentar:

Posting Komentar