Minggu, 12 Maret 2017

Pemprov DKI siap kirim ambulans bila ada penolakan salatkan jenazah

LENSAINDONESIA.COM: Pemprov DKI Jakarta telah menurunkan 147 spanduk yang menolak menyalatkan jenazah pendukung salah satu pasangan calon di Pilkada DKI. Bahkan, disiapkan ambulans untuk memindahkan jenazah ke masjid yang bersedia menyalatkan.

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menduga spanduk-spanduk tersebut diduga sengaja dipasang oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik.

“Jadi, spanduk sudah diberhentikan, jadi kemarin saja Sabtu sudah dilaporkan 23, sekarang sudah 147 spanduk (yang dicopot). (Spanduk) bukan dicopot oleh Satpol PP saja, tapi oleh juga kesadaran warga dan tokoh masyarakat setempat dan juga Satpol PP,” kata Plt Gubernur DKI Sumarsono di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).

Dia mengucapkan terima kasih pada warga yang mau menurunkan spanduk tersebut. Malah banyak yang tidak tahu menahu perihal spanduk tersebut.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Soni itu menegaskan pemprov akan turun jika ada penolakan untuk menyalatkan jenazah. Sumarsono mengatakan mereka akan mengirim ambulans untuk memindahkan jenazah tersebut.

“Kalau memang masjid di depannya menolak karena kepentingan tertentu, kami akan kirimkan ambulan untuk kirimkan jenazah itu ke masjid yang bisa menerima,” ujar Soni.

Dia curiga ada pihak yang menggerakkan pemasangan spanduk tersebut. Salah satu indikasinya ialah isi tulisan spanduk yang seragam meski dengan warna yang berbeda-beda.

“Saya terima kasih kepada tokoh-tokoh masyarakat setempat yang secara sadar mau menurunkan spanduk tersebut karena meresahkan Jakarta,” ujar Sumarsono.@bbs/licom

0 komentar:

Posting Komentar