Rabu, 29 Maret 2017

Pelawak Eko DJ Tutup Usia

JAKARTA (HK)-Kabar duka menyelimuti dunia komedi Indonesia. Pelawak dan aktor senior Eko DJ meninggal dunia di kediamanya jalan Taman Malaka Selatan Blok A12/43 Pondok Kelapa Jakarta Timur, Senin (27/3) sekitar pukul 23.00 WIB. Pemeran Pak Baroto dalam sinetron Jinny oh Jinny itu meninggal akibat mengidap penyakit gagal ginjal dan jantung. Eko kini telah dimakamkan di TPU Taman Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (28/3).
"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia pelawak senior kita saudara Eko DJ jam 23.00. Semoga husnul khotimah," ujar kerabat almarhum yang diwakili pelawak Tarzan melalui pesan siaran kepada awak media, kemarin.

Tarzan mengaku sudah lama tak membesuk sahabatnya itu karena sibuk syuting dan pekerjaan lainnya selama lebih kurang satu bulan terakhir ini. "Meninggalnya di rumah. Ya saya rasa mungkin karena sakitnya, saya enggak berani juga ya bilang karena apa," ungkap Tarzan.

Ia mengatakan, jenazah Eko telah dimakamkan di TPU Taman Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur sekitar pukul 12.45 WIB. Di tempat terpisah, Dewi Sari Krisnandaru, putri almarhum mengatakan ayahnya memang sudah lama menderita penyakit gagal ginjal. Kurang lebih selama satu tahun, ayahnya harus menjalani cuci darah.

"Bapak kan udah setahun kena ginjal, kemarin mungkin udah waktunya, namanya udah takdir Allah. Udah setahun juga kan cuci darah rutin," tutur Dewi saat ditemui di rumah duka, kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (28/3).

Siang hari sebelum meninggal, sang ayah sudah tak mau makan. "Malamnya saya pulang kerja, mungkin udah setengah sadar, maunya merem. Pas udah kumpul semua, nggak lama setelah itu (meninggal)," jelasnya.

Eko meninggal dengan tenang di rumahnya karena dirinya tak mau dibawa ke rumah sakit. "Kemarin mau dibawa ke rumah sakit tapi mungkin Bapak udah merasa, maunya di rumah," lanjutnya.

Seharusnya, Jumat (24/3), Eko harus menjalani cuci darah seperti biasanya. Namun, ia menolak dengan alasan sudah terlalu lelah. "Kemarin Jumat dia nggak mau (cuci darah) katanya capek. Saya paksa dia nggak mau malah marah," ceritanya.

Namun, Dewi sudah sangat ikhlas atas kepergian sang ayah untuk selamanya karena ia sudah tak tega melihatnya menahan sakit. "Lihat bapak sakit, kasihan. Minum (air putih) pun dibatesin. Orang kena gagal ginjal cuma boleh minum 600ml tiap hari. Jadinya kami ikhlas. Pasti Allah kasih jalan terbaik daripada di sini kesiksa," ujarnya.

Dewi pun tak bisa melupakan sosok sang ayah yang jadi pahlawan dalam hidupnya. "Buat saya hes my hero. Segalanya buat saya. Dia baik sama anak-anaknya, pengertian, tanggung jawab sama keluarga. Juga jarang marah, buat saya dia paling baik," tandasnya.

Eko DJ kelahiran Malang, Jawa Timur, 65 tahun yang lalu. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Isak Tangis

Eko DJ telah dimakamkan di TPU Taman Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Kepergiaan sang legendaris menyisakan tangis. Jenazah tiba tepat pukul 12.45 WIB diiringi isak tangis sang istri. Hingga saat ini, istri Eko DJ belum dapat berkata apa pun.

Banyak rekan sekerjanya yang menghadiri pemakaman seperti Diana Pungky, Doyok, Tukul Arwana, Agum Gumelar, Eko Patrio dan masih banyak lagi.

"Innalillahi wa inna ilaihirojiun. Telah berpulang bapak Eko. Kita semua ditinggal dan semoga ibu dikuatkan," ujar Agum Gumelar selaku Ketua Pembina PASKI (Persatuan Komedian Indonesia) dan Pembina Srimulat di TPU Taman Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (28/3).

Almarhum Eko DJ meninggalkan kesan yang sangat mendalam terutama bagi komedian Indonesia. "Eko dikenal sebagai salah satu motor Srimulat dan kita harus meneruskan cita-citanya," tambahnya.

Sementara itu Diana Pungky, rekannya yang sempat lama menjalani syuting stripping dengan Eko DJ telah  menganggap mendiang sebagai keluarga sendiri. "Mas Eko orangnya baik. Memang benar setiap syuting selalu ceria, tepat waktu. Selalu dia duluan datang daripada saya. Disiplin," kenang Diana ketika ditemui di TPU Taman Malaka, Selasa (28/3).

Diana pun masih ingat betul kedekatannya di lokasi syuting 'Jinny Oh Jinny' dengan Eko. Ayah tiga anak itu kerap membantunya dalam banyak hal. "Kita saling membantu, saling mengisi. Sehingga 'Jinny Oh Jinny' disukai semua orang," lanjutnya,

Sayangnya, Diana sudah lama tak berkomunikasi pasca syuting stripping berakhir. Namun terakhir kali, ia sempat mengunjungi restauran yang dimiliki oleh Eko. "Udah lama banget nggak (komunikasi). Udah tahu sakit, sempat pengen jenguk. Tapi saya sempat beli makanan rawon, beli di sana dan dibagi-bagi untuk karyawan kantor," pungkas Diana.

Di tempat terpisah, Doyok, rekannya mengaku tak bisa melupakan kenangannya saat dulu masih bekerja bersama almarhum. "Banyak banget yang nggak terlupakan. Sebelum syuting bercanda dulu, kadang-kadang dapat ide dari situ," ungkap Doyok.

Ia memandang sosok Eko sebagai seorang senior yang mengayomi. Ia banyak mencontoh hal-hal baik dari sang mendiang saat masih bekerja bersama. "Dia banyak improve. Tepat waktu juga," tutupnya. (dtc/net)

Share

0 komentar:

Posting Komentar