Jumat, 03 Maret 2017

Panggilan Hati

Jhon Feri Situmeang SH, Direktur LBH Mawar Saron Batam

Banyaknya warga miskin yang tidak mendapatkan bantuan hukum di Indonesia, membuat pemilik nama lengkap Jhon Feri Situmeang SH tergerak hatinya untuk bisa membantu dalam masalah hukum.
"Ini bukan hanya sekedar profesi, tapi merupakan panggilan hati," ungkap pria kelahiran Tapanuli Utara, 30 tahun silam ini.

Ketertarikannya menjalani profesi sebagai Advokat, sudah ditunjukkannya saat menjalani pendidikan hukum di Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta. Dalam menimba ilmu, ungkap pria yang akrap disapa Feri ini, ia telah aktif memberikan bantuan hukum kepada masyarakat kurang mampu melalui Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (KLBH) DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Jakarta.

Di dunia hukum, terlebih di Batam, Feri sudah bukan orang baru. Apalagi saat menjabat sebegai Direktur LBH Mawar Saron Batam dan Pengurus Kantor Perwakilan Batam Law Office Hotma Sitompoel & Associates.

Tentu bukan kebetulan ia dipercaya menjadi Direktur dan Pengurus kantor Bantuan hukum milik pengacara terkenal, Hotma Sitompoel, tetapi semua itu diperolehnya dengan perjuangan panjang dan penuh tahapan, yang kemudian mengantarkannya pada posisi sekarang.

Karena panggilan hati, setelah menyelesaikan pendidikan strata 1, ia kemudian mengikuti pendidikan Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU) yang diselenggarakan oleh LBH Jakarta selama kurang lebih 6 bulan.

"Pasca mengikuti KALABAHU, saya bergabung dengan salah satu kantor pengacara ternama di Jakarta, yaitu Kantor Hukum RB Situmeang & Partners," terangnya.

Karena panggilan hati pula, saat LBH Mawar Saron, Jakarta mengadakan rekruitmen, dirinya memutuskan untuk meninggalkan Kantor Hukum RB Situmeang & Partners untuk mengikuti tes menjadi Lawyer di LBH Mawar Saron Jakarta.

Dari sekian ratus orang dari berbagai Universitas ternama yang mengikuti tes tersebut, ia mengaku masuk delapan orang yang beruntung dan kemudian ditugaskan di Batam.

Mendapat bimbingan dan arahan langsung dari Pengacara ternama, Feri tidak lantas lupa dengan tuhan dan tetap memegang teguh keyakinannya untuk menjalani provesi sebagai Advokat.

"Sekalipun dalam kegelapan, kebenaran dan keadilan harus dapat terlihat dengan jelas" tegasnya. (tirta)

Share

0 komentar:

Posting Komentar