Menristek Muhammad Nasir didampingi Gubernur Jatim Soekarwo saat memberikan selamat kepada 216 dokter yang diberikan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) bagi para dokter sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair). Foto: Humas Pemprov JatimLENSAINDONESIA.COM: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir menyerahkan sebanyak 216 Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) berupa sertifikat bagi dosen dan SK jabatan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair). Hal ini dilakukan untuk menyatukan dua lembaga kepegawaian, yakni Kemenristekdikti dan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam bidang kedokteran.
NIDK sendiri diberikan untuk mendukung riset dan layanan kesehatan para dokter yang praktek di RSUD dr Soetomo sekaligus menjadi dosen di FK Unair. Menristek mengatakan kolaborasi yang dilakukan RSUD dr Soetomo dan Unair merupakan langkah stategis yang bisa dicontoh oleh provinsi lain.
Kedua lembaga ini diharapkan dapat melakukan riset bersama agar terus lahir inovasi-inovasi di bidang kesehatan yang bermanfaat dan terjangkau bagi masyarakat luas. Tak hanya ittu, secara khusus Nasir juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Jatim Soekarwo yang terus mendukung pengembangan dunia kesehatan dan pendidikan, khususnya dalam pendanaan riset.
Kepedulian Pakde Karwo ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kepala daerah di provinsi lain agar memberikan dukungan anggaran untuk riset dan penelitian di bidang kesehatan.
“Luar bisa Pakde Karwo (Soekarwo), bahkan saya dengar masing-masing peneliti mendapat bantuan Rp 50 juta. Ini adalah langkah maju. Demikian pula FK Unair yang mengeluarkan biaya riset untuk para dosennya. Harapan saya, dukungan terhadap riset dapat menghasilkan publikasi serta protoype dan inovasi di bidang kesehatan yang bermanfaat pada masyarakat, seperti riset stem cell,” kata Menristek usai acara Penyerahan Sertifikat Dosen dan SK Jabatan Guru Besar di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (27/3/2017).
Sementara, Gubernur Soekarwo mengaku optimistis kolaborasi antara RSUD dr Soetomo dengan FK Unair akan meningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat. Ia menilai RSUD dr Soetomo tidak hanya menyediakan layanan kesehatan secara terpadu, fungsi lainnya yang sedang dan terus dikembangkan adalah sebagai wahana pendidikan dan penelitian.
Untuk itu, RSUD dr Soetomo harus memiliki tenaga dosen yang memiliki kompetensi, kesetaraan, pengakuan dan nomor induk dosen.
“Karena itu, pemberian NIDK ini sejalan dengan fungsi tersebut. Kami menyambut baik langkah Menristekdikti yang memberikan nomor induk dosen khusus kepada 216 dokter, termasuk 39 dokter didalamnya yang dinyatakan telah lulus sertifikasi dosen. Sehingga ada kontribusi positif dan saling melengkapi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pakde Karwo menambahkan meningkatkan riset di bidang kesehatan dan pendidikan adalah salah satu upaya penting dalam menghadapi problem kemiskinan yang terdapat di empat kabupaten di Pulau Madura. Angka kemiskinan di Madura sangat tinggi, yakni di Kabupaten Sampang sebanyak 24 persen, Bangkalan 23 persen, Sumenep 21 persen dan Pamekasan 19 persen.
Saat ini, Jawa Timur memiliki sebanyak 3.223 Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) dari total sebanyak 5700 Pondok Bersalin Desa (Polindes). Setiap desa disediakan 1 bidan dan 2 perawat, salah satu perawat diberi tugas khusus untuk melakukan langkah-langkah promotif dan preventif agar kesadaran masyarakat tentang kesehatan menjadi lebih baik.
Dalam acara ini juga dihadiri oleh Rektor Unair Moh Nasih, Direktur RSUD dr Soetomo, Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Kepala Dinas Pendidikan Jatim dan sejumlah dokter.@sarifa
0 komentar:
Posting Komentar