Kamis, 30 Maret 2017

Megawati sindir jadi politisi jangan loncat sana-sini, capek juga ya!

megawati-1Di usianya yang tahun 2017 ini genap 70 tahun, perempuan politikus senior Indonesia ini "wanti-wnti" kadernya jangaan jadi politisi kuti loncat. Artinya, Mega tak ingin kadernya menjadi figur suka mecla-mencle, plin-plan, dan tidak teguh dengan pendirian politik. @

LENSAINDONESIA.COM: Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan kader-kadernya bahwa partai politik bukan tempat mencari kekayaan dan uang. Partai politik didirikan bukan untuk tujuan menghimpun uang.

“Kalau mau cari kaya ya, jangan di parpol. Jadi pengusaha saja, karena Parpol bukan untuk kaya. Kalau untuk hidup secukupnya ya, silahkan,” kata Megawati di sela-sela perayaan HUT Banteng Muda Indonesia (BMI) di DPP BMI, Jalan Cianjur, Menteng, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Politikus senior Indonesia yang juga Presiden RI ke-5 ini juga mengingatkan, supaya orang-orang masuk kedalam partai tidak boleh bekerja setengah-setengah. Sebagai kader harus mau totalitas dalam melaksanakan peran dan tanggungjawab.

“Harus bekerja dengan baik, kalau bosan ya berhenti, jangan setengah-setengah,” tegas ibunda Menteri Puan Maharani ini.

Bahkan, politikus yang 16 Januari 2017 lalu genap usia 70 tahun ini menasihati para kader PDI Perjuangan agar jangan berprilaku politisi kutu loncat. Selalu berpindah-pindah parpol.

“Saya meminta kader PDI Perjuangan tidak menjadi kutu loncat, banyak yang loncat sana sini. Capek juga, ya. Kalau sudah mantab di PDI Perjuangan yang sudah,” ucap Mega, yang sepertinya juga menyindir fenomena politikus kutu loncat alias “mancla mencle” yang diprediksi nantinya bakal jadi hal biasa.

Cawagub pertahana Djarot Saiful Hidayat terlihat mangut-mangut menyimak nasihat orang nomer satu di partai legendaris di tanah air ini. Djarot datang ke acara ini tidak bersama bos
pasangannya di Pemprov DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Selain Djarot, nampak pula Ketua Umum BMI Nazarudin Kiemas, Ketua Tim Pemenangan
Ahok-Djarot, Prasetyo Eddy Marsudi, Trimedya, dan politisi PDI Perjuangan di DKI lainnya. @

0 komentar:

Posting Komentar