Gus Ipul saat rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jatim, Telkom dan PLN bahas soal persiapan UNBK 2017. Foto: Sarifa-lensaindonesia LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jatim memastikan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK/MA se-Jatim Tahun 2017. Meski jumlah sekolah yang ikut UNBK mengalami kenaikan, namun sayangnya pelaksanaan UNBK masih belum bisa secara 100 persen. Ini karena masih ada 12 sekolah di sejumlah Kepulauan Madura yang tak bisa melaksanakan proses UNBK.
Menanggapi hal ini Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengapresiasi atas kinerja banyak pihak untuk mendukung pelaksanaan UNBK 2017 secara serentak di wilayahnya. Ia mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan guna mendukung pelaksanaan UNBK yang bakal dilaksanakan mulai 3 April mendatang.
Untuk jadual pelaksanaan UNBK SMK pada 3-6 April 2017, SMA/MA pada 10-13 April 2017 dan ujian susulan pada tanggal 18-19 April 2017.
“Inilah keinginan Jatim untuk pertama kalinya menyelenggarakan UNBK dengan target 100 persen. Setelah dilihat satu persatu, hanya 12 SMA yang tersebar di beberapa kepulauan belum bisa melaksanakan UNBK tahun ini, karena infrastruktur yang belum siap. Selebihnya Alhamdulillah sudah siap semua dan bisa sukses,” kata Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf) di kantornya, Senin (6/3/2017).
Lebih lanjut, Gus Ipul menilai secara umum sudah dilakukan kesiapan yang baik terutama pada tiga hal yakni perangkat komputer di semua lembaga, pasokan listrik, dan koneksi internet. Tentunya hal tersebut memerlukan dukungan dari Telkom dan PLN guna menyukseskan pelaksanaan UNBK SMA dan SMK di Jatim.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jatim tahun ini ada sebanyak 1.067 SMA, 1.391 SMA dan 661 MA yang mengikuti UNBK. Sedangkan jumlah siswa SMA yang ikut sebanyak 157.256, siswa SMK sebanyak 199.365 dan siswa MA sebanyak 89.531. Sehingga total peserta UNBK tahun ini mencapai 446.152 siswa yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim.
Sedangkan, jumlah lembaga yang mengikuti UNBK tahun ini lebih meningkat dibandingkan tahun lalu hanya sebanyak 1.300 lembaga atau sekitar 60 persen yang melaksanakan UNBK di Jatim.
Untuk itu Gus Ipul berharap minggu depan bisa dilaksanakan Apel Siaga Persiapan UNBK 2017 yang diikuti berbagai stakeholder seperti Dispendik, PLN, Telkom, kepala sekolah, guru, maupun program operator.
Sementara, Deputi Executive Vice President Telkom Regional V Jawa Timur Djatmiko menyatakan kesiapan Telkom guna memberikan dukungan terhadappelaksanaan UNBK tahun ini. “Ini bukan yang pertama pihaknya melaksanakan UNBK, kita pernah memiliki pengalaman di tahun 2016 lalu. Perlu digarisbawahi, tahun 2016 kita sukses no issue. Kita ulangi kesuksesan di tahun 2017 dengan size yang jauh lebih besar dibanding tahun lalu,” ungkapnya.
Ia menambahkan untuk sambungan internet di kepulauan, Telkom menggunakan teknologi tercanggih untuk pelaksanaan UNBK. Selain satelit yang dimanfaatkan guna mendukung akses internet di kepulauan, Telkom juga menggunakan fiber to the home (FTTH), teknologi tercanggih yang bisa memberikan layanan akses internet 100 mb per second per sekolah.
Pun demikian juga dengan pihak PLN, Manager Komunikasi Hukum dan Distribusi PLN Distribusi Jatim Wisnu Yulianto menegaskan PLN Jatim siap mendukung kesuksesan pelaksanaan UNBK Tahun 2017. Di Jatim terdapat sebanyak 113 kantor rayon, 16 kantor area, dan 1 kantor area pengatur distribusi yang dikerahkan guna mendukung hal tersebut.
“Di kantor area pengatur distribusi tersebut bisa memonitor seluruh keandalan pasokan listrik di Jatim. Terkait kesiapan itu, hingga bulan Maret ini akan dilakukan pemeliharaan untuk menyiapkan jaringan-jaringan supaya bisa lebih handal dan terbebas dari gangguan. Karena listrik ini membutuhkan kesempurnaan dari mulai pembangkit hingga ke pelanggan. Pada saat pelaksanaan UNBK hingga selesai diharapkan pasokan listriknya bisa diandalkan,” pungkas Wisnu.@sarifa
0 komentar:
Posting Komentar