Senin, 20 Maret 2017

Jadwal padat hingga akhir kampanye jadi alasan Sandiaga mangkir dari pemeriksaan polisi

Cawagub DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Uno. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno memastikan dia tidak akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penggelapan tanah yang dilaporkan kepadanya. Alasannya, kepadatan jadwal yang luar biasa akibat kampanye putaran kedua.

Jadwal Sandiaga tersebut antara lain berkampanye dan hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk keperluan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN).

“Itu (ke KPK) jauh lebih urgent dalam konteks Pilkada ini. Jadi kita meminta penundaan sampai tanggal 19 April. Kita minta atensi dari pada tim Polda,” ujar Sandiaga, Selasa (21/3/2017).

Adapun kampanye Sandiaga juga sangat padat hingga 15 April karena banyak orang ingin bertemu. Menurutnya hal ini lebih urgen ketimbang memenuhi panggilan polisi.

Oleh karena itu, dia meminta keringanan kepada Polda untuk menunda penyelidikan hingga selesai tanggal 19 April 2017 mendatang.

Namun, Sandiaga memastikan dirinya sebagai warga negara yang patuh hukum dan akan mengikuti proses hukum di Polda. Adapun kasus penggelapan jual beli tanah yang dilaporkan ke polisi, Sandiaga mengatakan hal ini dipicu adanya perbedaan politik saja.

“Saya sangat-sangat haqqul yakin tidak terlibat dan tidak melakukan apa yang dituduhkan. Kalau berbeda ya jangan menyeret salah satu calon lah. Kita boleh berbeda tapi jangan saling menjatuhkan,” ujar Sandiaga.@dc/licom

0 komentar:

Posting Komentar