Jumat, 24 Maret 2017

Hasan Aminuddin pastikan maju Cawagub di Pilgub Jatim 2018

Kader Partai NasDem Hasan Aminuddin menyatakan diri akan ikut maju di Pilgub Jatim 2018. Hasan mengaku bisa mengukur baju politiknya dengan mencalonkan sebagai bakal Cawagub. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Meski pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah tegas terkait pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 mendatang yang tak memprioritaskan kader internalnya untuk bertarung, namun tak menyurutkan niat seorang kader NasDem untuk ikut running di Pilgub nanti.

Kader Partai NasDem yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem asal Dapil Jatim Hasan Aminuddin mengaku akan tetap maju di Pilgub Jatim. Namun kepastian untuk deklarasi maju baru akan dilakukan pada Juli 2017. Alasannya masih menunggu perhelatan Pilgub DKI Jakarta yang baru selesai pada akhir Juni nanti.

“Dalam sebuah pernyataan itu ada tersurat dan tersirat, Surya Paloh itu Ketum yang bijak dan telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan sebuah keputusan yang rasional. Hari ini NasDem posisinya hanya dapat empat kursi disini (DPRD Jatim), realitas politik empat kursi jelas ga bisa lah, harus berkoalisi dan seterusnya,” kata Hasan ditemui LICOM di kediaman pribadinya yang ada di daerah Klampis Regency Surabaya, Kamis (23/3/2017).

Ditanya terkait posisi yang diincarnya di Pilgub, Hasan menyebut bahwa dirinya paham realita dan kapasitas dirinya serta partainya yakni bakal maju tapi hanya di posisi calon wakil gubernur (Cawagub).

“Realitas hari ini Hasan Aminuddin sebagai seorang Anggota DPR RI dan politisi, saya tahu ukuran baju saya, yaitu Cawagub. Hanya orang bodoh yang tak tak tahu ukurannya baju politiknya, dia bisa maju sebagai apa calon gubernur atau calon wakil gubernur atau tidak sama sekali,” cetus pria yang juga suami dari Bupati Probolinggo Tantriana Sari.

Hasan menambahkan ada beberapa nama bakal Cagub yang sudah mengemuka saat ini. Yakni, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Khofifah Indar Parawansa, Abdul Halim Iskandar (Pak Halim) dan Tri Rismaharini.

“Dari nama-nama itu yang dilihat sekarang siapa bacagub yang punya cukup modal partai dan modal finansial. Anggap saja Risma maju, PDIP punya 19 kursi dan butuh koalisi.Kemudian, Pak Halim punya 20 kursi PKB dan modal partai cukup tanpa koalisi. Sedangkan Gus Ipul belum punya modal partai. Saya jelek-jelek begini punya modal empat kursi,” tukasnya.

Lebih lanjut, Hasan juga mengungkapkan beberapa fakta politik yang ada di Jakarta saat ini terkait Pilgub Jatim. Kabarnya ada dua parpol yaitu Partai Golkar dan Partai Demokrat lebih cenderung mendukung Khofifah Indar Parawansa.

“Dua partai itu, Golkar dan Demokrat arahnya ke Khofifah. Untuk Gerindra ke mana arahnya, saya belum dengar. Lainnya seperti PKS, PAN, PPP dan Hanura belum punya jago,” ungkap dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyebut ada salah satu kandidat Cagub yang bakal maju nantinya meminta bantuan salah seorang kiai. Pesan yang dibawa kiai itu ke dirinya adalah Hasan mau menjadi pasangan kandidat itu sebagai Cawagub. Harapannya agar suara NU bisa bersatu dan tidak terpecah belah.

“Saya kira NU saat ini masih netral, mencair dan tidak bisa diarah-arahkan mendukung siapa. Contoh saja, GP Ansor Jatim secara lembaga pasti akan netral sikapnya dalam pilgub. Tapi secara pribadi Ketua Satkorwil Banser NU Jatim Gus Abid Umar ini dukung saya. Mungkin Ketua PW GP Ansor Jatim Rudi Wahid dukung Gus Ipul. Kalau Sekretaris PW GP Ansor Jatim Gus Thamim karena dia PKB, jelas dukung Pak Halim,” tutup Hasan Aminuddin.@sarifa

0 komentar:

Posting Komentar