BATAM (HK) - Sebagai guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang selalu mengajarkan prilaku yang baik dan akhlak mulia, tentunya mengharapkan hasil didikannya itu sikap anak didik bisa berubah lebih baik. Maka dari itu pria yang sehari-hari mengajar PAI ini, mengaku sedih bila ada akhlak anak didik tidak berubah. Kendati sudah berbagai cara mendidik ia lakukan.
Dialah Faizin SAg, jebolan IAIN Sunan Kalijaga yang sekarang mengabdi jadi guru agama di SMPN 50 Batam. "Memang sedih kalau melihat kelakuan anak didik tidak ada perubahan, padahal kita telah mendidiknya dengan baik. Apalagi kita mendidik anak itu sesuai dengan kemampuannya biar pelajaran mudah dicerna dan akhlaknya bisa berubah. Tapi kita tidak bisa menyalahkan anak didik juga, karena pengaruh lingkungan sangat kuat," ujar ayah dari satu anak ini.
Faizin sendiri menjadi guru agama, karena ia merupakan jebolan dari pesantren dan lulusan dari IAIN Sunan Kalijaga yang sekarang menjadi UIN. Meski pernah mendaftar jadi tentara dan pernah kerja perusahaan, namun jiwa mengajarnya tetap berkobar. Maka pada tahun 2003, ia memutuskan menjadi guru agama.
"Gak tahu ya, saat kerja diperusahaan itu perasaan gak nyaman aja. Malah saat itu merasa bersalah, karena ilmu agama yang saya miliki tidak diamalkan. Makanya saat kerja di perusahaan saya juga mengajar ngaji di masjid untuk melepaskan kerinduan menyampaikan ilmu saya kepada orang lain," jelas pria yang kerap sering menjadi imam dan makmum di masjid itu.
Mengawali karirnya jadi guru pada tahun 2003 hanya sebagai honorer di MTsN Belakangpadang, selanjutnya tahun 2006 pindah mengajar di MTs Al Kausar, dan tahun 2008 pindah mengajar lagi di MTs Nahdatul Watam. Memasuki tahun 2009 ia lolos tes PNS dan ditempatkan mengajar di SMPN 32 Galang. Akhirnya tahun 2013 hingga sekarang ini ia ditempatkan di SMPN 50 Batam dan dipercaya jadi Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek).
Sementara memasuki tahun 2013, Faizin pun lolos ikut tes sertifikasi guru. "Dari sekian lama mengajar yang terkesan itu saat mengajar di SMPN 32 Batam di Pulau Air Lingka, saya selama 6 tahun naik motor dari Batuaji ke sekolah," kenang pria yang menikahi dara Karimun yang sekarang mengajar di MTsN Sagulung ini. (men)
Share
0 komentar:
Posting Komentar