Minggu, 19 Maret 2017

Dua Pelaku Rampok Ditangkap

KARIMUN (HK)- Islah (43) warga RT/RW 02/01 Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun menjadi korban perampokan, Sabtu (18/3) sekitar pukul 18.45 WIB. Pelaku berjumlah empat orang. Dua pelaku, Raja Edi (35) dan Zulkifli (39) berhasil dibekuk polisi. Sementara, dua pelaku lainnya JM dan DN masih dikejar polisi.
Rumah korban berada di depan kantor Trakindo atau di samping kanan Makoramil 01 Karimun. Edi yang merupakan warga Teluk Air atau tetangga korban sempat dihajar massa. Pelaku saat itu pura-pura mengantarkan uang. Suami korban, warga Singapura sekitar 8 bulan yang lalu meninggal dunia. Korban diduga menerima asuransi sekitar Rp1,2 miliar dari mendiang suaminya.

Begitu korban membukakan pintu, pelaku langsung menodongkan pisau ke lehernya. Di saat bersamaan, anaknya Dian Hanafi (16) yang berada di rumah melakukan perlawanan. Isnah dan anaknya saat itu berteriak. Hingga beberapa tetangga mereka berdatangan. Termasuk piket Koramil 01 Kopda M Rapit.

Edi sempat menjadi bulan-bulanan massa. Sebelum akhirnya dibawa ke Makoramil Karimun. Wajahnya pelaku sempat bonyok dihajar warga. Hampir di sekujur tubuhnya berlumuran darah. Danramil Karimun Mayor Inf Syafrizal langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Balai Karimun AKP Lulik Febryantara.

Kapolsek Balai Karimun AKP Lulik mengatakan, jumlah pelaku sebanyak 4 orang. Dua pelaku sudah berhasil ditangkap, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Zulkifli yang merupakan otak pelaku berhasil diciduk setelah mencoba kabur ke Pulau Moro melalui pelabuhan Antar Pulau Sri Tanjung Gelam, Sabtu (18/3) sekira pukul 21.30 WIB.

"Tersangka Zulkifli merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karimun. Dia merupakan warga Moro. Tersangka Zulkifli diketahui sehari sebelum menjalankan aksinya sempat memantau ke rumah Isnah dengan menyamar sebagai seseorang yang mencari rumah kost demi memastikan posisi kamar Isnah yang merupakan target perampokan," ungkap Lulik.

Kata Lulik, di saat ketiganya temannya beraksi, dia hanya bertugas memantau saja. Begitu dia melihat teman-temannya gagal menjalankan aksi. Dia langsung kabur ke Pelabuhan Boom Panjang atau KPK yang merupakan pelabuhan antar pulau di Karimun menggunakan boat pancung. Namun sayang, upayanya melarikan diri akhirnya gagal. Dia ditangkap polisi.

Saat menjalani pemeriksaan, Zulkifli mengaku kalau dia yang merekrut teman-temannya untuk melakukan aksi perampokan itu. Satu temannya, Raja Edi merupakan tetangga korban sendiri. Sementara, dua orang temannya, JM dan DN merupakan warga Sumbawa. Mereka berdua baru berada di Karimun sekitar 1 bulan.

Keempatnya merencanakan perampokan. Mereka telah menyewa salah satu kamar di Hotel Alishan untuk merencakan aksi perampokan itu. Hanya saja, ketika polisi memeriksa kamar yang dimaksud, ternyata kamar itu belum sempat digunakan pelaku untuk merencanakan aksi itu. Kamar tersebut masih terlihat rapi.

Lulik menyebut, identitas dua pelaku yang berhasil kabur sudah dikantongi polisi. Saat ini anggotanya sudah melakukan pengejaran ke lokasi yang diduga sebagai tempat pelarian kedua pelaku. Lulik meminta keduanya agar segera menyerahkan diri ke polisi. Karena, cepat atau lambat keduanya bakal ditangkap.

Dikatakan, ada kemungkinan kasus perampokan ini berkaitan dengan dua kasus perampokan lainnya. Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek Tebing dan Satreskrim Polres Karimun untuk mengungkap kasus-kasus sebelumnya yang pernah terjadi di Karimun. Kemungkinan saja, kasus itu ada kaitannya. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar