Minggu, 26 Maret 2017

Ahok: Tak salatkan jenazah bukan ajaran Islam

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghadiri acara syukuran Ulang Tahun ke-68 Agung Laksono di Jakarta.(ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Calon gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi kabar tentang penolakan salat jenazah almarhumah Nenek Ufie Supiati. Menurutnya, hal itu bukanlah ajaran Islam.

“‎Tapi seharusnya nggak pantas dilakukan. Saya dengar dari beberapa kiyai ‎mengatakan itu bukan ajaran Islam. Kalau ajaran Islam, kunjungi orang sakit dan menyalatkan jenazah itu wajib hukumnya. Orang tidak melakukan itu ya berarti ya bukan ajaran Islam, kata beberapa kyai kepada saya,” papar Ahok usai menghadiri acara ulang tahun Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono di Jalan Cipinang Cempedak 2 Nomor 23, Polonia, Jakarta Timur, Minggu (26/3/2017). ‎

Menurut Ahok, secara logika tidak mungkin ada orang Muslim meninggal tidak ada yang menyalatkan. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk mencari pihak yang bersedia menyalatkan meski berbeda pilihan politik.

‎”Ya saya kira cari saja yang memang bisa solatkan,” kata Ahok.

Seperti ditulis sebelumnya, Nenek Ufie nyaris tak bisa disalatkan lantaran kerabatnya mendukung Ahok-Djarot. Warga Petojo Selatan, Gambir, akhirnya disalatkan dan dimakamkan.

Gak jelas, dibiarin aja,” kata Abui, keponakan Nenek Ufie.

Dewan Kemakmuran Masjid Masjid Asy-Syarif, Nuryanto membantah kabar tersebut. Yang ada hanyalah salah paham dan tidak ada koordinasi antara keluarga yang tengah berduka dengan masjid.

Dia menyebutkan pihak masjid justru menunggu arahan pihak keluarga untuk menyalatkan jenazah. Ditegaskan pihaknya tak menolak jenazah siapapun meski yang bersangkutan pendukung Ahok-Djarot.

“Kami memisahkan persoalan Mbak Atun dengan meninggalnya Nenek Ufie. Mbak Atun ini kan pendukung Ahok terang-terangan. Kita tidak pernah menolak untuk menyalatkan Nenek Ufie,” tegasnya.@licom ‎

0 komentar:

Posting Komentar