Kamis, 02 Februari 2017

Uang di Rekening Lesap Rp25 Juta

KARIMUN (HK)-Warga Desa Parit, Kecamatan Karimun berinisial Is (59) kehilangan uang sebanyak Rp25 juta dalam rekeningnya di salah satu bank di Karimun. Pria paruh baya itu menduga, kalau uang yang ada dalam rekeningnya telah hilang akibat dibobol oleh orang tak dikenal.
Is baru menyadari dia kehilangan uang saat hendak mengambil uang di salah satu mesin ATM di Karimun pada 25 Januari 2017 lalu. Begitu mengecek saldo dalam rekeningnya, ternyata uang dalam rekeningnya berkurang sebanyak Rp25 juta. Esok harinya, Is kemudian melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Kapolsek Balai Karimun AKP Lulik Febyantara mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya warga yang kehilangan uang di rekening saat hendak mengambil sejumlah uang melalui mesin ATM. Begitu menerima laporan dari korban, [ihaknya langsung melakukan penyelidikan kasus itu.

"Kami mendapatkan laporan dari seorang warga Desa Parit inisial Is pada 26 Januari 2017 lalu. Dia mengaku telah mengalami kehilangan uang dalam rekening sebesar Rp25 juta saat hendak mengambil uang di mesin ATM pada satu hari sebelumnya, yakni pada 25 Januari 2017 lalu," ungkap Lulik kepada sejumlah jurnalis, Rabu (1/2).

Dijelaskan, korban berangkat dari Desa Parit ke Tanjungbalai Karimun dengan niat untuk mengambil uang sebesar Rp500 ribu. Korban kemudian menuju salah satu mesin ATM yang ada di Karimun. Namun, begitu mengecek saldonya, alangkah terkejutnya dia, ternyata uangnya berkurang Rp25 juta.

"Pelapor masih mengingat, kalau saldo masih ada sekitar Rp35 juta. Namun, begitu mengecek di salah satu ATM, korban terkejut ketika melihat saldo akhirnya hanya bersisa Rp10 juta. Dia bingung, kemana uang dalam rekeningnya yang Rp25 juta lagi. Kemudian, dia langsung ke bank untuk meminta print buku tabungannya untuk melihat transaksi yang tak pernah dilakukannya," jelas Lulik.

Karena merasa tidak pernah melakukan transaksi sebesar itu, maka korban merasa tidak terima. Dia kemudian membuat laporan ke Polsek Balai Karimun. Kepada polisi, korban menceritakan kalau yang tahu soal ATM itu hanyalah dirinya. Baik itu soal penyimpanan ATM maupun nomor Personal Identification Number (PIN) nya.

Begitu menerima laporan korban dan mendengarkan kronologisnya, maka Unit Reskrim Polsek Balai Karimun bertindak cepat dengan mengajak pelapor untuk sama-sama membuka CCTv di beberapa mesin ATM di Karimun. Dari hasil rekaman CCTv yang dibuka, ternyata di ATM di Balai dan depan Daily Mart terlihat rekaman anak perempuannya masuk ke ATM.

"Begitu menerima laporan dari korban, kami langsung membuka rekaman CCTv bank tempat korban menyimpan uangnya. Ternyata, dari hasil rekaman yang kami buka, terlihat jelas kalau putri pelapor masuk ke dua ATM, yakni di Balai dan depan minimarket Daily Mart di kawasan PN," terang Lulik.

Pelapor nampak terkejut begitu melihat salah satu orang masuk ke ATM adalah putri kandungnya sendiri. Kemudian, putri pelapor diperiksa untuk memberikan keterangan. Awalnya, dia menyangkal tuduhan telah mengambil uang dalam rekening bapaknya. Namun, setelah didesak, dia akhirnya mengakui perbuatannya. Korbanpun akhirnya mencabut laporannya.

Sebelumnya, kasus pembobolan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terbesar terjadi di Karimun. Sistem pengamanan di mesin ATM milik BNI Cabang Tanjungbalai Karimun diduga dibobol sindikat  cyber crime internasional. Akibatnya, sebanyak Rp400 juta uang milik 70 nasabah raib. Pelaku diduga menarik uang nasabah BNI dari mesin ATM di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, 3 Desember 2016.

Bukan hanya di Karimun, pada hari yang sama, tiga kota besar lainnya di Indonesia yakni, Pontianak, Bali dan Medan juga mengalami hal yang sama. Sebanyak 1.200 nasabah BNI telah menjadi korban kejahatan cyber crime internasional tersebut. BNI pusat telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk mengungkap kasus itu. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar