Bagi pemilik nama Roni Namba, yang bergelar Malin Putiah ini. Organisasi merupakan panggilan jiwa, sebagaimana prinsipnya bahwa keberhasilan dapat diraih dengan kebersamaan, dan kekompakan serta disertai perjuangan.
"Keberhasilan itu dapat diraih, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, sebagaimana pepatah Minangkabau 'Saciok nan bak ayam, sadanciang nan bak basi. Ka bukik samo mandaki, kok nan ka lurah samo manurun' artinya kita harus seiya sekata dalam masyarakat," ujar pria yang saat ini dipercaya sebagai Manager di Asuransi Bumi Putera Batam.
Sifat dan prinsipnya itu, diperoleh melalui organisasi. Karenanya, pria kelahiran Gaung Teluk Bayur, Padang, 24 Februari 1977 silam ini mengatakan organisasi baginya adalah panggilan jiwa.
"Organisasi adalah panggilan jiwa, karena diorganisasi tidak persoalan yang tidak bisa diselesaikan, selama ada kebersamaan," ungkap ayah Syarah Syaria Rhamadani, dan Zahira Dwi Putri ini dengan senyum ramah.
Karenanya, ungkap suami dari Liliana Nasution ini, ia menghimbau agar masyarakat Kota Batam asal perantauan Minang dapat berhimpun di organisasi paguyuban, seperti halnya Gema Minang, guna menjalin silaturahmi, kebersamaan dan di Kota Batam tercinta ini.
"Gema Minang ialah sebuah organisasi besar yang kita banggakan bersama. Berkecimpung diorganisasi besar ini tentunya memberikan pengalaman yang tidak ternilai bagi saya. Sebab, aktif berorganisasi sudah saya lakukan sejak masih menjadi siswa di SMP, hingga diperguruan tinggi dulu," papar pria hoby biliar ini.
Menurut pria yang memiliki semboyan hidup "Semua Pasti Basa" ini, sebuah mamfaat yang dirasakan dalam berorganisasi adalah mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang lain, serta meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah bersama Masyarakat Kota Batam asal Minang.
"Di kampus pilihan dalam berorganisasi itu semakin luas. Tidak lagi berbatas hanya dalam lingkup jurusan atau fakultas saja, tetapi bisa juga dalam lingkup universitas. Sehingga, saya banyak mengikutin berbagai kegiatan organisasi diluar kampus bersama masyarakat dan pemuda," papar ayah dua putri ini.
Apalagi menurutnya, dalam berorganisasi itu tidak akan dibatasi untuk bisa pengembangan diri. Baik di bidang pengembangkan kerohanian, peningkatan kaderisasi, mengembangkan kreatifitas, bakat, ninat dan potensi diri pemuda. (Nov Iwandra).
Share
0 komentar:
Posting Komentar