JAKARTA (HK)-- Pihak Kerajaan Arab Saudi telah memesan kamar mandi dengan modifikasi khusus di Masjid Itiqlal, Jakarta untuk Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz yang akan berkunjung ke mesjid tersebut.
"Kamar mandi kita siapkan khusus sesuai standar yang ada di sana. Padahal tidak ada istimewanya, kamar mandi biasa yang dimodifikasi," kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Masjid Istiqlal Abu Hurairah, di Masjid Istiqlal, Jakarta, seperti dikutip republika.co.id, kemarin.
Abu menjelaskan, alasan kedokteran jadi faktor kamar mandi untuk Raja Salman dimodifikasi khusus. Tinggi untuk toilet harus 93 cm, dan memiliki pegangan khusus. "Dari sisi kedokteran, harus ada cara khusus untuk duduk, dan juga pegangan khusus," jelasnya.
Untuk memofidikasi toilet itu pun tidak bisa sembarang orang. Abu mengatakan banyak tukang bangunan yang tidak sanggup memenuhi permintaan pihak Masjid. Akhirnya, pihak Masjid memanggil tukang bangunan dari Hotel Rafles, Kuningan, Jakarta, yang juga memodifikasi toilet untuk kamar Raja Salman.
Bahkan, orang yang mengerjakan toilet pun sama dengan yang mengerjakan di Hotel Rafles. Harus mencontoh kamar mandi yang ada di Hotel Rafles, karena di kamar mandi di Rafles juga dimodifikasi sesuai kebutuhan raja," jelas Abu.
Namun, awak media tidak bisa mengambil gambar toilet yang tengah direnovasi tersebut. Hal itu, kata dia, lebih karena permintan kerajaan yang tidak ingin toilet untuk raja dipublikasi.
Geladi Bersih
Pemerintah Indonesia sangat serius menyiapkan penyambutan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. Sejak Sabtu (25/2), panitia melakukan geladi bersih penyambutan. Mulai dari bandara hingga di gedung DPR yang akan dikunjungi raja yang dijuluki khodimul haromain itu. Geladi bersih penyambutan dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma.
Petugas dari pemerintah dan Kerajaan Arab Saudi tampak sibuk melakukan simulasi penyambutan. Puluhan kendaraan penjemputan disiagakan di Sasana Manggala Praja, gedung VVIP bandara. Para wartawan tidak diperbolehkan masuk ke dalam bandara. Mereka hanya diperbolehkan menunggu di luar pagar.
Sekitar pukul 11.40 WIB, beberapa petugas keluar dan meminta beberapa Mobil Mercedes Benz masuk ke bandara. Setiap driver harus hafal nama pejabat Arab Saudi yang akan dijemput. Mobil mewah itu kemudian berjejer di belakang kendaraan milik Paspampres yang melakukan penjemputan. Sekitar pukul 12.00 WIB, iring-iringan kendaraan penjemput raja pun keluar. Tampak Mobil Mercedes Benz Limousine S600 yang berada dalam rombongan itu. Total ada sekitar 25 kendaraan yang ikut dalam geladi kemarin.
Dari Bandara Halim Perdanakusuma, rombongan iring-iringan itu menuju ke Istana Bogor. Sebab, Presiden Joko Widodo berencana menyambut Raja 81 tahun itu di Istana Bogor. Salman menjadi kepala negara kedua yang disambut resmi di Istana Bogor tahun ini setelah PM Jepang Shinzo Abe.
Di saat bersamaan, geladi juga dilakukan di hotel Raffles Jakarta. Informasi terakhir yang diperoleh, hampir dipastikan Raja Salman akan menginap di hotel tersebut. Sejak beberapa hari belakangan, prosedur sterilisasi secara bertahap sudah mulai dilakukan. Namun, pantauan di lapangan, prosedur sterilisasi itu tidak begitu kentara karena pengamanan di hotel itu memang sudah ketat sejak awal.
Hingga semalam, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak hotel Raffles terkait dengan geladi pengamanan tersebut.
Sumber di lapangan yang mengetahui geladi itu menuturkan, kegiatan yang dilakukan adalah simulasi mengantar dan menjemput Raja Salman ke hotel tersebut. Juga mengecek lift yang digunakan dan memasang sistem pengamanan di jalur evakuasi.
Sementara, dua hotel lainnya, yakni JW Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan tampak tidak melakukan persiapan khusus sebagaimana Raffles. Kedua hotel itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit dari hotel Raffles.
Pihak pengamanan kedua hotel menyatakan tidak mengetahui bila kemarin ada simulasi pengawalan Raja Salman. Mengacu pada simulasi tersebut, kegiatan Raja Salman akan dimulai dari Bandara Halim Perdanakusuma. Di bandara tersebut, Presiden Jokowi akan menyambut Raja Salman di pintu pesawat, seperti yang dilakukan Salman saat Jokowi berkunjung ke Saudi.
Dari Halim, kedua pemimpin langsung bertolak ke Bogor melalui tol Jagorawi. Setelah serangkaian acara di Istana Bogor, termasuk makan malam, Raja akan kembali ke Jakarta untuk menginap.
Acara berikutnya adalah pertemuan dengan pimpinan dan anggota DPR. Kemudian, raja Salman juga akan berkunjung ke gedung DPR/MPR dan Masjid Istiqlal Jakarta.
Raja Salman juga sempat dikabarkan bakal bertemu dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Siang hingga sore kemarin kesibukan untuk penyambutan Raja Salman terlihat di gedung kura-kura DPR.
Protokol DPR, kementerian luar negari, protokol kerajaan Arab Saudi, menyiapkan simulasi penyambutan mulai dari pintu masuk hingga di dalam ruang paripurna. Ada petugas-petugas yang berperan menjadi raja, ketua dan Wakil DPR, Ketua MPR, Ketua DPD, serta rombongan dari Raja Salman seperti pangeran, menteri, dan duta besar Arab Saudi.
Ketua DPR Setya Novanto yang mengenakan baju putih melihat langsung persiapan tersebut. Dia menanyakan agak detail dekorasi ruangan di lantai satu, toilet, tempat duduk, tangga, hingga ruang paripurna. Dia berharap dengan sambutan yang baik itu bisa meningkatkan hubungan Indonesia-Arab Saudi.
"Ini tapak tilas Raja Arab Saudi. Kalau suasana tenang tentu kerja sama-kerja samanya akan semakin baik,"ujarnya. Terakhir kali Raja Arab Saudi yang datang ke Indonesia adalah Raja Faisal pada Juni 1970. Selain itu, Novanto juga sudah mengharapkan seluruh anggota DPR bisa hadir dalam pertemuan dengan Raja Salman.
Meskipun pertemuan tersebut tidak lebih dari sekitar sejam. Raja Salman akan pidato sekitar setengah jam. "Kita ingin mendengrakan beliau ingin menyampaikan sesuatu seperti raja-raja terdahulu kita beri kesempatan. Saya rasa ini penting untuk kita dengarkan," imbuhnya.
Sekitar pukul 16.00, tim dari kerajaan Arab Saudi tiba di gedung DPR. Mereka melihat kembali persipan dan geladi bersih. Seperti mengecek tangga, kursi tempat duduk untuk Raja. Tim tersebut hanya sekitar 30 menit untuk pengecekan.
"Mereka (tim protokol kerajaan Arab Saudi) sudah tiga kali ini kemari untuk mengecek," ujar Deputi Persidangan Sekretariat DPR Damayanti di sela-sela gladi.
Dia menuturkan kunjungan Raja Salman ke DPR itu hampir pasti pada Kamis (2/3) mendatang.
DPR pun sudah mengundang tamu-tamu lain seperti duta besar dari negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dubes dari negara Asean, Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin). ”Persiapannya ini sudah dua pekan lalu,” jelas dia.
Seperti diberitakan, Raja Salman datang ke Bali untuk berlibur di Pulau Dewata pada tanggal 3 hingga 9 Maret 2017. Ia datang bersama sekitar 1.500 orang, termasuk di antaranya keluarga kerajaan.
Saat ini sejumlah logistik dan kesiapan penyambutan salah satu orang berpengaruh di Timur Tengah itu mulai dilakukan, terutama di Bandara Ngurah Rai.
Pihak Bandara Ngurah Rai telah menyiapkan lahan parkir khusus bagi sekitar delapan pesawat berbadan besar yang dibawa oleh Raja Salman dan rombongan. (sdm/rpk/kcm/net)
0 komentar:
Posting Komentar