Senin, 06 Februari 2017

Puncak Imlek Karimun di Meral

KARIMUN (HK)-Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada malam ke delapan tahun baru Imlek, tepatnya Sabtu (4/2) malam di Karimun ditandai dengan pesta kembang api dan pembakaran berbagai jenis sajian berupa buah-buahan, hewan sepeti kambing dan babi di depan rumah masing-masing warga etnis Tionghoa di Karimun. Perayaan Imlek malam ke delapan dipusatkan di Jalan A Yani, Kecamatan Meral. Di kawasan kota lama, mulai dari depan Mapolsek Meral hingg ratusan meter di pusat pertokoan Jalan A Yani digelar pesta besar tersebut. Beberapa warga ada menjalani sembahyang kepada dewa, ada yang berpesta kembang api. Kegiatan itu dimulai sekitar pukul 20.00 WIB.

Besarnya perayaan itu, menimbulkan kemacetan di kawasan kota lama Meral itu. Kendaraan yang melintasi kawasan itu, harus berjalan pelan. Bahkan, pihak kepolisian terpaksa membuka tutup jalur kendaraan di kawasan itu. Mereka juga berjaga-jaga di titik-titik yang dianggap rawan.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Karimun, Komisaris Polisi (Kompol) Isa Imam Syahroni, saat dijumpai di Jalan A Yani, Meral mengatakan, pihaknya menurunkan beberapa personil guna membantu pengamanan lalu lintas agar ritual Imlek yang dilakukan masyarakat Tionghua dapat berjalan lancar.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami menurunkan 80 personil anggota Polres Karimun dari berbagai satuan, mulai Satlantas, Sabhara, Satreskrim, Sat Intelkam dan Polsek Meral untuk pengamanan malam ini. Selain dari personil Polres Karimun, kita juga dibantu oleh Sat Pol PP Karimun dan Pemadam Kebakaran," ungkap Isa.

Menurut dia, proses pengamanan yang melibatkan anggota Polres Karimun mulai dilakukan sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB di sepanjang Jalan A Yani Meral, untuk pengamanan dikhususkan di Meral karena merupakan titik kemeriahan dan keramaian terbanyak terhadap masyarakat Tionghua dalam perayaan Imlek.

Dijelaskan, perayaan Imlek malam ke delapan di Karimun berjalan dengan aman dan kondusif. Namun, untuk menjaga adanya warga Tionghoa yang merayakan pesta miras, tetap akan dipantau. Kendati begitu, pihaknya tetap menyerahkan tanggungjawab dulu kepada tokoh agama untuk menegur mereka.

"Seperti yang sudah disepakati, Untuk langkah  awal, kita serahkan pada tokoh agama pihak kelenteng untuk melakukan peneguran jika terjadi  kekacauan akibat pesta minuman keras,  namun ketika pihak kelenteng tidak mampu, baru kita yang akan langsung turun tangan untuk menindak." pungkasnya. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar