BATAM (HK)- Harapan Ketua Pengadilan Negeri Batam Edwar Haris Sinaga untuk menjadikan Pengadilan Negeri Batam menjadi Pengadilan Negeri berakreditasi A tinggal sedikit lagi. Pasalnya, setelah melakukan pembenahan infrastruktur dan kegiatan lainnya, seluruh lapisan struktural PN Batam kembali mengikuti simulasi penanganan awal terjadinya bencana kebakaran di halaman Pengadilan Negeri Batam, Jumat (24/2).
"Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan akreditasi A," ungkap Edwar Sinaga usai kegiatan.
Salain itu, demi mendapatkan akreditasi A, PN Batam juga harus membenahi beberapa bagian lagi, seperti pelayanan dan penyusunan berkas perkara supaya kedepannya tidak ada lagi berkas yang sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Batam 'bermalam'.
"Kita juga harus membenahi yang lainnya, seperti pelayanan dan penyusunan berkas perkara" lanjutnya.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan BPBD Batam (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Zulkarnain. Dalam melakukan kegiatan simulasi pencegahan kebakaran, Zulkarnain sangat mengapresiasi Pengadilan Negeri Batam karena mempercayakan dirinya untuk memberikan materi dalam melakukan pencegahan kebakaran.
"Saya sangat mengapresiasi PN Batam untuk mempercayakan saya, apalagi ini undangan instansi vertikal pertama yang kami laksanakan," katanya.
Sebelum praktek dilakukan, instruktur dari BPBD Batam terlebih dahulu memberikan arahan dan penjelasan kepada seluruh peserta yang mengikuti simulasi. Di dalam pemberihan arahannya, Zulkarnain menjelaskan terlebih dahulu mengenai segitiga apa atau proses terjadinya api.
Setelah merasa cukup memberikan penjelasan dan cara pemakain alat pemadam kebakaran, seluruh peserta dibawa ke halaman PN Batam untuk melakukan praktek pemadaman kobaran api menggunakan peralatan tradisional dan Alat Pemadaman Api Ringan (APAR).
Ketika mengikuti praktek pemadaman api secara tradisional, para peserta diselimuti oleh perasaan tegang. Pasalnya, praktek menggunakan kain goni yang terlebih dahulu dibasahkan, memaksa peserta harus berada sangat dekat dengan api.
"Sedikit tegang lah saat pemadaman menggunakan kain goni, apalagi kita harus dekat supaya bisa menutupi api tersebut" ungkap Syahrial.
Sementara itu, peserta simulasi pemadaman kebakaran terlihat lebih relaks ketika mencoba memadamkan api menggunakan Apar. Dikarenakan, peserta tidak harus mendekat kearah titik api, karena alat tersebut menyemprotkan semacam busa yang bisa membuag kobaran api padam. (cw58)
Share
0 komentar:
Posting Komentar