Minggu, 26 Februari 2017

Pencurian di Perusahaan Marak

SAGULUNG (HK) - Aksi pencurian terhadap inventaris perusahaan kembali marak terjadi di kawasan Batuaji sekitar. Aksi ini diduga dilakukan orang luar perusahaan. Seperti yang terjadi akhir pekan lalu, dua unit baterai alat berat merek Belco milik PT Jeni Prima Putra yang beralamat di samping Kantor Camat Sagulung, digasak kawanan pencuri, Sabtu (25/2) pagi.
Selain baterai, kawasan pencuri itu juga menggasak kabel listrik sepanjang 70 meter dan kabel las sepanjang 20 meter. Akibatnya, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan gorong-gorong itu menderita kerugian hingga Rp20 jutaan.

Kejadian ini baru diketahui oleh karyawan perusahaan pagi sekitar pukul 7.30 WIB saat mereka hendak bekerja. Mereka kaget saat mendapati beberapa material banyak yang hilang seperti kabel-kabel dan baterai alat berat.

"Dua baterai itu dicopot dari belco, kemudian kabel listrik sepanjang 70 meter serta kabel las sepanjang 20 meter juga ikut dijarah," sebut sekuriti perusahaan tersebut.

Hendrawan Sutanto (26), korlap perusahaan menduga, jika pelaku lebih dari dua orang dan masuk ke lingkungan perusaahan dengan cara memanjat dinding pembatas perusahaan bagian belakang. "Ada bekas sepeda motor dan jejak kaki orang yang tidak pakai sandal. Tapi kita tidak tahu juga apa itu jejak kaki pekerja kita atau punya pelaku," katanya saat dijumpai pewarta di tempat kerjanya.

Sebelumnya, pada Jumat (24/2) pagi juga terjadi aksi pencurian rumah kosong tepatnya di perumahan Fortuna Raya  Blok N No 11, Sagulung.

Rumah tersebut merupakan miliknya Antoni Tarigan. Menurutnya, kejadian itu diperkirakan dari pukul 7.30 WIB sampai 12.00 WIB. Karena, saat itu rumah korban sedang kosong. Ia dan istrinya bekerja dan anaknya pergi kuliah.

Katanya lagi, kejadian pertama kali diketahui anak korban. Saat itu anak korban berencana mengambil laptopnya tertinggal. Namun sesampai di rumah, ia tidak menemukan laptop merek Assus yang biasa ditinggal di ruang tamu.

Korban menduga, pelaku masuk dengan cara memanjat tembok belakang rumah. Pelaku pun mengasak laptop, handpone dan mesin pompa.

"Dikira saya yang menyimpan laptopnya. Rumah waktu itu juga dalam keadaan berantakan. Kasur, pakaian di lemari dan, laci-laci bekas diobrak-abrik. Karena nggak ada rasa curiga, yang berantakan tadi dirapikannya," kenang pria 48 tahun tersebut.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian hingga Rp6 juta. Kedua korban yang membuat laporan pengaduan tersebut berharap agar pihak Kepolisian menangkap pelakunya. Karena menurut mereka kalau aksi maling sudah mulai meresahkan dan kini marak lagi.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Abib membenarkan sudah menerima laporan korban. Pihaknya juga masih mendalami kasus pencurian tersebut. (ded).

Share

0 komentar:

Posting Komentar