Minggu, 12 Februari 2017

Pemuda Minang Harus Ubah Paradigma

Jelang Mubes Gema Minang

Batam (HK)-Sekretaris Rang Mudo Agam Kota Batam, Eza Pendri berpendapat saatnya pemuda minang yang tinggal di perantauan, khususnya di Kota Batam mengubah paradigma dalam berorganisasi.
Agar organisasi yang dibentuk berkembang sesuai tuntutan zaman.
" Zaman sudah berubah. Tekhnologi sudah semakin canggih. Kalau pemuda minang tidak mengikuti perkembangan maka mereka akan tertinggal dengan pemuda-pemuda dari daerah lain. Karena itu, saatnya pemuda minang mengubah paradigma dalam berorganisasi," kata Eza Pendri yang diminta tanggapannya sehubungan dengan akan digelarnya Musyawarah Besar (Mubes) Generasi Muda (Gema) Minang dalam waktu dekat ini.

Meskipun Gema Minang sudah berdiri cukup lama, tetapi kiprah dan gemanya tidak begitu dirasakan masyarakat, terutama masyarakat minang. Penyebabnya, karena mereka yang tergabung dalam Gema Minang lebih banyak mengandalkan otot ketimbang otak. Ditambah lagi, orang-orang yang memimpin Gema Minang berasal dari lingkaran itu ke itu saja sehingga sulit berkembang.

" Kalau saya melihat selama ini Gema minang hanya dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan yang sifatnya pribadi atau kelompok. Bukan untuk kepentingan pemuda minang secara keseluruhan. Sehingga, tidak heran jika yang mempimpin Gema Minang tidak pernah bergeser dari kelompok tertentu saja. Padahal cukup banyak pemuda minang yang memiliki intelektual bagus, yang siap memimpin Gema Minang. Tapi karena sistem pemilihannya disetting sedemikian rupa makanya mereka tak pernah punya kesempatan, " katanya.

Ia mencontohkan, Gema Minang minim intelektual yaitu dari formulir pernyataan calon Ketua Gema Minang. Salah satu poinnya menyebutkan bahwa calon ketua Gema Minang dilarang menjalin komunikasi dengan pemerintah, baik itu walikota, kepala dinas maupun camat.

" Ini kan lucu dan tampak sangat tidak intelek. Masa seorang pimpinan organisasi dilarang berkomunikasi dengan pemerintah. Bagaimana kita mau memberdayakan pemuda minang, kalau pemerintah selaku pembuat kebijakan, ketuanya dilarang berkomunikasi ," katanya heran.

Kemudian poin berikutnya, lanjut dia, calon Ketua Gema Minang harus mendukung calon anggota dewan orang minang. Ini tidak perlu disebutkan secara tertulis tapi cukup tersirat saja. Lagi pula, Gema Minang ini kan tidak organisasi politik kenapa digiring-giring untuk berpolitik.

" Masih banyak yang lain yang perlu dibenahi dari Gema Minang. Ini kalau kita bicara Gema Minang untuk kepentingan pemuda secara luas. Tapi kalau Gema Minang hanya untuk kepentingan pribadi ya..seperti yang terjadi selama ini. Sampai-sampai ada Gema Minang tandingan," katanya. (sfn)

Share

0 komentar:

Posting Komentar