Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Desmond J Mahesa. Foto: IstimewaLENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa merasa mempertanyakan peran aparat kepolisi dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ketika terjadi demo oleh sekelompok mahasiswa di kediaman Presiden RI keenam Sosilo Bambang Yudhoyono (SBY) Senin (6/2/2017) kemarin.
Politikus Partai Gerindra ini menilai ada pembiaran dari aparat kemanan sehingga aksi massa tersebut bisa terjadi.
“Pertanyaan pertama adalah apakah negara ini tidak menghormati mantan pimpinan nasional kita? Peran polisi dan Paspampres di situ kalau digeruduk ada proses pembiaran. Ini sesuatu yang menurut saya aneh. Kenapa aneh? Harusnya mantan-mantan presiden republik di negara mana pun dihormati,” ujar Desmond di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (07/02/2017).
Alasan Desmond menilai aneh, lantaran mantan pejabat presiden mestinya dihormati dengan melakukan penjagaan. Bahkan bila mantan pejabat bermasalah hukum pun tetap mesti dilakukan penjagaan. “Ini preseden buruk,” ujarnya.
Ia mengatakan bila tak adanya peran Paspamres dan polisi, boleh jadi terjadi pembiaran. Oleh sebab itulah Desmond menilai perlunya penjelasan dari pihak terkait agar tidak terjadi kerunyaman situasi dan kondisi. “Agar jelas, itu pembiaran atau kelalaianlah,” katanya.
Lebih lanjut Desmond mengatakan penjelasan perlu diberikan dari pihak pemerintah yakni setidaknya dari aparatur kepolisian. Selain itu pihak kepolisian perlu mengusut. Pasalnya mantan pejabat presiden pun mantan simbol negara.
“Ini tentang kewibawaan kepala negara. Kalau ini terjadi pada saat Pak Jokowi tidak berkuasa lagi diperlakukan seperti ini kan menyedihkan. Ke depan jangan sampai lagi mantan kepala negara tidak terjaga, jangan sampai lagi kesannya pemerintahan yang berkuasa ada sesuatu,” pungkasnya.@dg
0 komentar:
Posting Komentar