Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR, Ridwan Hisjam (kanan) yang belakangan disebut-sebuat kandidat kuat bakal calon wakil gubernur Jatim di Pilkada Jatim 2018, melakukan konsolidasi mengawal Pilkada Kota Batu 15 Februari 2017, yang diperebutkan banyak partai. @foto:ist LENSAINDONESIA.COM: Mayoritas mata para elit politik Jawa Timur saat ini terfokus ke Kota Batu yang merupakan satu-satunya kota di Jawa Timur yang ikut hajat demokrasi Pilkada serentak 15 Pebruari 2017 mendatang. Memasuki hari akhir kampanye, Sabtu kemarin, warga Batu dipastikan semakin siap memilih siapa Walikota dan Wakil Walikota yang layak mengendalikan Batu periode 2017 – 2022.
Golkar sebagai pendukung Dewanti-Punjul memantapkan langkah-langkah strategis guna penguatan barisan di segala sektor untuk memuluskan kandidat Partai Beringin itu.
Ridwan Hisjam, Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI dan sekaligus sebagai Ketua Depertemen Pemenangan Pemilu Jawa III DPP Partai Golkar, dari Jakarta ‘turun gunung’ di pertemuan Konsolidasi Organisasi yang dilaksanakan di Villa Toetie, Sabtu (11/2/2017). Ia menekankan konsep penguatan dan pemantapan langkah yang tepat menghadapi minggu tenang, untuk fokus memenangkan calonnya.
Dengan kesadaran sepenuh hati, Golkar sebagai partai pendukung sudah seharusnya ‘all out’ meraih kemenangan demi menuju perubahan kota Batu yang lebih baik.
Ridwan Hisjam, Anggota DPR di Komisi X yang belakangan disebut-sebut kandidat kuat bakal calon gubernur Jatim di Pilkada 2018 ini, juga memberikan suntikan motivasi di hadapan Kader Partai Golkar di Batu. Para kader merespon antusiasme, menunjukkan soliditas dan solidaritas kader Golkar Kota Batu tidak bisa dipecah belah dan diadu-domba siapa pun dan dengan cara apa pun.
Di depan ratusan kader, Ridwan Hisjam –akrab dipanggil Mas Tatok– ini berapi-api menyemangati dengan semangat doktrin Golkar Karya Siaga Gatra Raja atau populer dikenal dengan Karya Kekaryaan, salah satu ciri khas yang menjadi paradigma partai yang menanamkan nilai-nilai demokrasi, partai terbuka, partai moderen dan partai mandiri.
Ridwan Hisjam juga menegaskan bahwa kader Golkar mau tidak mau, suka atau pun tidak, harus memiliki PLDT (Prestasi, loyalitas, dedikasi dan tidak tercela). Karenanya, dengan prinsip ini Golkar akan tetap terjaga marwah dan kesolidannya.
“Sudah saatnya kader-kader Partai Golkar menunjukkan budaya-budaya itu dan diterapkan sebagai perwujudan nuansa kegotong-royongan yang menjunjung tinggi kesetiakawanan,” ujar Ridwan. @yuanto
0 komentar:
Posting Komentar