Diskusi publik bertajuk "Menjawab Realitas Pansus Ahok Gate" di Dunkin Donut, Menteng, Jakarta menghadirkan Refly Harun (Ahli Hukum Tata Negara), Karyono Wibowo (Pengamat Politik), Andre Rosdiana (DPP Gerindra), Rufinus Hotmaulana Hutauruk (Hanura/Anggota Komisi II DPR RI). (LICOM/Yuanto)
LENSAINDONESIA.COM: Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo memprediksi proses perjalanan hak angket yang mempermasalahkan pengaktifan Basuki Tjahaja Purnama bakal mandek. Bisa dikatakan, hak angket yang dikenal dengan nama ‘Ahok Gate’ bisa layu di tengah jalan.
Menurut Karyono, hal itu bisa dilihat salah satunya dari peta politik di Senayan, antara yang setuju dengan yang tak setuju adanya hak angket tersebut.
“Kekuatan di parlemen bisa dijadikan dasar untuk menjadi kesimpulan awal apakah kandas atau mulus,” ujar Karyono dalam diskusi publik bertajuk “Menjawab Realitas Pansus Ahok Gate” di Dunkin Donut, Menteng, Jakarta, Selasa (28/2/2017).
“Partai yang mengusulkan sekitar 38,75 persen. Sementara, yang tak sepakat 61,25 persen. Kekuatan yang tak seimbang ini, ahok gate bisa layu di tengah jalan,” sambung peneliti senior ini.
Lebih jauh Karyono menilai, lahirnya Ahok Gate tidak berdiri sendiri, namun ada serangkaian peristiwa yang berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta. Dalam masalah ini, kata Karyono, sulit menepis jika angket ahok gate tak ada hubunganya dengan pilkada DKI Jakarta.
“Ini (Ahok Gate) bukan bagian yang berdiri sendiri, ini akumulasi dari isu sebelumnya, mulai dari pernyataanya di kepulauan seribu, jadi tersangka sampai terdakwa,” paparnya.
“Sulit sekali menepis jika tidak ada hubungannya dengan Pilkada,” tukas Karyono.
Hadir sebagai pembicara dalam acara diskusi publik tersebut di antaranya, yakni Refly Harun (Ahli Hukum Tata Negara), Karyono Wibowo (Pengamat Politik), Andre Rosdiana (DPP Gerindra), Rufinus Hotmaulana Hutauruk (Hanura/Anggota Komisi II DPR RI).@yuanto
0 komentar:
Posting Komentar