Selasa, 14 Februari 2017

Gus Mus: Indonesia belum siap berdemokrasi jika belum bisa hargai perbedaan

KH Mustofa Bisri menghadiri sarasehan Mencintai Budaya, Menyatukan Nusantara dan Membangun Bangsa yang digelar dalam santri Bulan Bahasa dan Sastra MAN Tambakberas yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. (LICOM/Muhammad Ibnu Alfarobi)

LENSAINDONESIA.COM : Melihat situasi politik nasional yang terjadi belakangan ini menunjukkan Indonesia belum siap dalam berdemokrasi. Hal itu dikatakan KH Mustofa Bisri usai menghadiri sarasehan “Mencintai Budaya, Menyatukan Nusantara dan Membangun Bangsa” yang digelar dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra MAN Tambakberas yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Selasa (14/02/2017).

KH Mustofa Bisri Ulama yang dikenal sastrawan dan budayawan ini menilai jika Indonesia sebetulnya belum siap dalam berdemokrasi. “Ketika harus berdemokrasi dengan kondisi semacam ini sudah menjadi keniscayaan. Mental dalam berdemokrasi itu kemampuan orang untuk berbeda dan memahami perbedaan. Kalau yang berbeda saja masih belum bisa, saya kira ini belum bisa berdemokrasi,” kata Gus Mus, sapaan akrabnya.

Gus Mus juga mengingatkan seharusnya NU berpandangan politik kebangsaan dan politik kerakyatan. Ini jati diri NU politik kebangsaan itu menjaga rumahnya yaitu Indonesia, sedangkan politik kerakyatan itu menjaga dan membela rakyat.

“Kalau politik kekuasaan atau politik praktis sikapnya jelas dalam khittah NU membiarkan warganya menyampaikan hak-haknya, sedangkan NU secara organisatoris tidak ikut berpolitik praktis,” ujarnya.

Gus Mus juga meminta agar Pemerintah menjalankan apa yang sudah jadi tugasnya. Yaitu melindungi, menjaga keamanan, dan memberikan kemaslahatan bagi rakyatnya. “Semua pihak mestinya yang harus selalu diingat selain Gusti Alloh adalah Indonesia. Kalau Indonesia itu tidak diingat yang diingat hanya kepentingan kelompok dan kepentingan pribadi yang terjadi hal yang tidak diinginkan seperti saat ini,” jelasnya.

Yang penting semua pihak itu yang diingat untuk kepentingan Indonesia. “Misalnya ada pilkada, ketika ditanya untuk apa mencalonkan ya untuk kepentingan Indonesia dan yang berkepentingan seperti itu ya semua calon dan jika bersaing itu harus sportif, tidak harus saling memusuhi karena ini untuk kemaslahatan Indonesia. Dan itu menjadi tujuan yang sama yakni untuk kemaslahatan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah MAN Tambakberas H Ahsan Sutari mengatakan dalam rangka HUT MAN ke 48, berharap kehadiran Gus Mus bisa menginspirasi siswa dan santri agar memiliki rasa kebangsaan yang tinggi. Sarasehan ini diselenggarakan oleh siswa siswi kelas program bahasa dengan tema mencintai budaya menyatukan nusantara dan membangun bangsa. @Obi

loading...

0 komentar:

Posting Komentar