Minggu, 15 Januari 2017

Zulkifli Hasan: Ekonomi Indonesia dikuasai oleh 25 keluarga pengusaha

Zulkifli Hasan saat Shalat Shubuh berjamaah dan pengajian bersama ASN Pemprov Jawa Barat dan jamaah Pondok Pesantren Daarut Tauhid di Masjid Pusdai, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Minggu (15/1/17).

LENSAINDONESIA.COM: Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia memiliki potensi berupa SDM muda yang bisa jadi pembangkit ekonomi umat, salah satunya lewat UKM. Sayangnya saat ini telah terjadi monopoli di ekonomi nasional.

“Ada 25 perusahaan dikuasasi 25 keluarga dengan penguasaan total Rp 4,500 Triliun,” kata Zulkifli usai Shalat Shubuh berjamaah dan pengajian bersama ASN Pemprov Jawa Barat dan jamaah Pondok Pesantren Daarut Tauhid di Masjid Pusdai, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Minggu (15/1/17).

Adapun UKM sebagai pembangkit ekonomi umat, Zulkifli menjabarkan saat ini jumlah UKM di Indonesia mencapai 90% lebih dari total kegiatan ekonomi yang ada. Namun hanya 20% yang mampu menyerap kreditnya. Sisanya kebanyakan dikuasai oleh 25 perusahaan tersebut.

Untuk itu, politik harus berperan penting dalam hal ini, dalam hal menentukan kebijakan. Dia mengambil contohnya kebijakan tentang kedaulatan pangan.

“Agar ekonomi nasional berpihak pada rakyat, saya minta kepada Kementerian Pertanian agar mengeluarkan Perpres, seperti kebijakan apabila petani panen beli oleh negara. Hasilnya sekarang sebelumnya kita impor 3 jutaan ton jagung sudah berkurang impornya menjadi 900.000-an ton. Luar biasa senangnya petani kita,” ucap Ketua Umum PAN itu di hadapan ribuan jamaah yang hadir.

Sementara itu, praktisi keuangan dan perbankan syariah KH. Muhammad Syafii Antonio menjelaskan mengenai kebangkitan umat Islam melalui bidang perekonomian. Dia mengatakan bahwa tidak mungkin Islam akan tegak apabila kekuatan ekonominya tidak berdiri tegak. Hal lainnya yang Antonia tekankan yaitu mengenai ajakannya dalam mengkonsumsi produk lokal kita.

“Sisi penguasaan ekonomi adalah jihad juga kepada Allah. Step by step harus kita lakukan. Tidak mungkin kita mengorbankan jiwa itu sulit, tapi kalau kita memberikan bantuan secara ekonomi, misal kirim makanan atau bantuan ke Palestina. Lalu, tidak mungkin kita menyelenggarakan jihad tanpa adanya pendanaan,” pungkas Antonio.@caca

loading...

0 komentar:

Posting Komentar