Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (ISTIMEWA) LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tengah kesandung gara-gara kicauannya di media sosial Twitter. Dia mendapatkan protes dari para tenaga kerja Indonesia dan sindiran dari Menaker Hanif Dhakiri gara-gara menyebut kata “babu”.
“Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela,” begitu bunyi kicauan Fahri yang diunggah di akun @Fahrihamzah, Selasa subuh, pukul 4.14 WIB.
Mereka tidak terima jika disebut sebagai “babu” padahal selama ini TKI telah menjadi pahlawan bagi devisa Indonesia. Bahkan, Menaker Hanif juga ikut-ikutan berkicau jika ibunya yang juga pernah jadi TKI, tak pernah mengemis.
Namun, protes itu ditanggapi secara gamblang oleh Fahri. Dia menegaskan tidak ada maksud menghina karena tweet-nya tidak berdiri sendiri, melainkan ada tweet lain yang harus dibaca secara utuh.
Dia juga sebetulnya tengah mengkritik pemerintah terkait kondisi terkini dimana lapangan kerja banyak diserbu tenaga kerja asing.
“Saya tidak menghina profesi orang; buruh, kuli, jongos atau apapun semuanya halal dan mulia,” kata Fahri.
Sebagai Ketua Tim Pengawas Tenaga Kerja, ia mengaku sangat mengetahui nasib pekerja Indonesia di luar negeri. Mulai dari tidak adanya pembekalan keahlian hingga pemalsuan identitas dan umur dipaksakan. Akibatnya, saat di negeri orang banyak mengalami nasib tragis bahkan tak jarang ada yang diperbudak.
“Perempuan Indonesia tidak akan bekerja di negeri orang jika suami mereka bekerja atau ada pekerjaan di sini.
Semakin banyak pekerjaan kasar yang dirampas tenaga kerja asing maka semakin banyak perempuan yang suaminya nganggur,” ujarnya.
“Prioritas kita ini saya tunjukan bahwa hutan kita dibabat orang, pipa-pipa baja kita disedot negeri orang. Padahal warga kita mengemis meminta kerja menjadi pakai istilah babu. Sebenarnya istilah ini enggak ada. Sementara pekerja asing kita biarkan merajalela. Concern saya adalah prioritas,” papar Fahri.
Namun, pada akhirnya Fahri Hamzah meminta maaf bila ada pihak-pihak yang merasa tersinggung. Dia juga menghapus kicauan kontroversialnya.
“Tapi apapun, kita harus berhadapan. Kepada pemangku profesi yang merasa terhina saya minta maaf. Terima kasih,” pungkasnya. @licom
0 komentar:
Posting Komentar