]]>
PANTAU TERKINI WAJO.Akibat kekeringan yang melanda beberapa kecamatan di
kabupaten wajo termasuk kecamatan pammana,ada beberapa desanya yang lahan
padinya mengalami kekeringan sehingga gagal panen seperti desa Lempa dan simpursia.
Dari hasil pantau media pantau terkini.com,dan beberapa
rekan media televisi nasiona l yang melakukan peliputan, petani memperlihatkan padi yang sudah mulai
kering dan tanah sudah retak ,bahkan ada bibit padi yang gagal dipindahkan
untuk ditanam karena tidak ada air.
Salah satu petani”,Tomo”,bercerita bahwa kemarau sudah mulai
sejak bulan oktober tahun kemarin,sampai
memasuki bulan januari 2017 ,semua padi memerlukan air ,tapi hujan tidak
kunjung datang , akibatnya petani gagal panen awal tahun ini,itu karena petani
meman hanya mengandalkan hujan ,mengingat kami belum mendapat bantuan
pompanisasi dari pemerintah.
Tomo melanjutkan ,kita sudah keluar biaya Rp.7.000.000 sampai Rp.12.000.000 tergantung luas sawah
yang di miliki petani di pammana ini,sehingga inilah yang membuat kami
menjerit,apalagi kami hanya hidup dari bertani,ibarat judi ,ya kami sedang judi
dan kalah taruhan tahun ini.
Kami berharap ada
perhatian dari pemerintah daerah,apakah bantuan
pompanisasi atau bantuan dampak kerugian ,sebetulnya ada juga petani
yang memiliki kompa air,tapi karena danau juga kering apa yang mau dikompa,sedangkan sungai 2 kilo meter jauhnya,inilah yang harus
dipikirkan,selama ini sudah berpuluh tahun kami belum sama sekali tersentuh
bantuan pompanisasi dari pemerintah.
Lain tomo lain Tamrin ,petani dari desa simpursia ini juga
mengeluh sampai turung di tengah sawah memperlihatkan padinya ke awak
media bagaimana padi yang sudah mulai
mengeluarkan buah harus layu dan kering,inlah pak ,wahai pejabat tinjaulah
kami,jangan Cuma melihat melihat dikecamatan yang jauh disana ,tetapi kecamatan
pinggir kota tidak diperhatikan ,kesal Tamrin sambil menggelengkan kepalanya
melihat padinya yang layu .(Lis)
0 komentar:
Posting Komentar