PKS 'all out' perjuangkan jagonya Anies Baswedan bersama pendampingnya, Sandiaga Uno bisa rebut kursi pimpinan DKI Jakarta.Acara ini diberi nama “Rapat Pleno Istimewa Fraksi PKS Dalam Rangka Konsolidasi Menuju Kemenangan”, dengan mengumpulkan seluruh Anggota Fraksi PKS DPR RI, Fraksi PKS DPRD, dan seluruh komponen pendukung Fraksi (tenaga ahli dan sekretaris anggota di lingkungan Fraksi PKS DPR).
Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menjelaskan, keistimewaan Rapat Pleno kali ini karena agendanya adalah pemantapan dan konsolidasi kekuatan Fraksi PKS Pusat dan Daerah untuk memenangkan event politik ke depan, baik Pilkada 2017 maupun Pemilu 2019.
Untuk itu, forum konsolidasi ini mendengarkan langsung Taujih Kemenangan dari Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri dan juga Arahan dari Presiden PKS, H. Muhamad Sohibul Iman, Ph.D.
“PKS ingin menang besar, maka kekuatan fraksi sebagai ujung tombak partai harus ditingkatkan performanya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara,” terang Jazuli.
Lebih lanjut, Jazuli Juwaini menjelaskan bahwa inti diselenggarakannya acara ini adalah dalam rangka mengokohkan dan menegaskan keberpihakan Fraksi PKS kepada rakyat dan kepentingan nasional.
Jazuli menyebutkan garis perjuangan PKS di parlemen yaitu pembelaan pada tiga isu kerakyatan, keumatan, dan pengokohan nasionalisme Indonesia.
Dalam isu kerakyatan, Fraksi PKS akan semakin _all out_ membela kepentingan rakyat dan kritis terhadap kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat, terutama rakyat kecil. Namun sebaliknya, Fraksi PKS tidak segan mendukung dan membela kebijakan pemerintah yang prorakyat.
“Karena itu, misalnya, Fraksi PKS tegas meminta kepada Presiden membatalkan kenaikan harga TTL, BBM, dan biaya penerbitan surat kendaraan bermotor, karena jelas hal itu memberatkan rakyat yang sedang susah saat ini. Apalagi kenaikannya bersamaan dan nilainya fantastis,” ujarnya.
Dalam isu keummatan, Fraksi PKS akan terus memperjuangkan aspirasi dan kepentingan umat dalam dimensi perundang-undangan dan kebijakan nasional, serta secara aktif mendorong dan membersamai umat agar semakin besar kontribusinya kepada bangsa dan negara.
“Sebagai umat terbesar, sudah sewajarnya jika keberpihakan negara juga besar pada umat Islam. Sebaliknya, umat ini harus semakin kuat peran, kontribusi, dan tanggung jawabnya bagi kemajuan bangsa dan negara,” kata Jazuli.
Dalam rangka pengokohan nasionalisme Indonesia, Fraksi PKS akan semakin tegas membela dan mempertahankan apa yang menjadi warisan para pejuang dan pendiri bangsa: karakter ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini adalah bentuk tanggung jawab Fraksi PKS agar generasi bangsa tidak mispersepsi dan mewarisi secara utuh hakikat nasionalisme Indonesia.
“Nasionalisme yang diperjuangkan PKS adalah nasionalisme kejujuran bukan kepura-puraan, berkedok nasionalis tapi menjual bangsa kepada asing, dll,” ungkap Jazuli.
Untuk mewujudkan tiga hal di atas, Fraksi PKS akan semakin menguatkan kepekaan terhadap permasalahan rakyat (melalui perjuangan legislasi/ruu pro-rakyat, pro-umat, dan pro-nasionalisme Indonesia, penguatan program hari aspirasi rakyat, dan sikap-sikap fraksi); menguatkan jaringan dan komunikasi dengan konstituen, masyarakat, dan seluruh stakeholder di semua level (optimalisasi kunjungan dapil, media, simpul tokoh/kekuatan masyarakat, ormas, aparat pemerintah, keamanan, penegak hukum, hingga kemitraan internasional dengan fraksi negara-negara besar).
Selain itu, membangun narasi kebangsaan yang kuat melalui program-program strategis fraksi (lomba kitab kuning, lomba karya tulis kebangsaan, seminar-seminar solusi masalah bangsa, dan lain-lain).
“Dengan seluruh upaya di atas, saya sampaikan bahwa kemenangan besar PKS adalah ketika rakyat dan umat sejahtera dan terberdaya serta nasionalisme Indonesia semakin kokoh,” pungkasnya. @dg
0 komentar:
Posting Komentar