Minggu, 29 Januari 2017

Perobahan Nama Jalan "PLAJU Jadi WHUSU" Mendapat Kritikan Keras Oleh President GAGAK RI

PANTER - MEDAN, Jalan Plaju, Medan secara resmi berganti nama menjadi Jalan Wushu mulai Sabtu, 28 Januari 2017 Dapat Kritikan Keras Oleh President GAGAK RI. Pergantian nama jalan itu dilakukan Gubsu, Erry Nuradi dan Walikota Medan, Dzumi Eldin. Turut disaksikan Ketua Umum PB Wushu Indonesia, Master Supandi Kusuma; anggota DPR RI, Sofyan Tan, anggota DPD RI, Parlindungan Purba, Konjen Tiongkok, Konjen Amerika, unsur Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.


Erry menjelaskan penabalan nama Jalan Wushu dinilai sangat tepat. Selain di jalan ini terdapat padepokan wushu, olahraga itu juga merupakan salah satu kebanggaan Sumut maupun Indonesia. Dibuktikan dengan sejumlah prestasi cabang wushu, baik di tingkat nasional maupun internasional.


“Pada PON Jawa Barat kemarin wushu menyumbang sembilan mendali emas untuk Sumut. Wushu telah mengangkat nama Indonesia di level internasional,” ucap Erry.


Sebelumnya, Walikota Eldin mengatakan proses perubahan nama Jalan Plaju menjadi Jalan Wushu memakan waktu dua tahun. Perubahan nama itu diharapkan selaras dengan peningkatan prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Eldin berharap selain sebagai petunjuk suatu tempat, nama Jalan Wushu dapat menjadi semangat bagi perkembangan dan prestasi wushu ke depan.


“Penabalan nama ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap dunia olahraga wushu,” ujarnya. Supandi gembira dan bangga atas terealisasinya Jalan Wushu. “Akhirnya penantian itu tidak sia-sia. Terimakasih Pak Gubsu, Pak Walikota dan anggota dewan yang terhormat,” ujarnya.


Safrijal Batubara, President GAGAK RI, Sekaligus Bakal Calon
Gubernur SUMUT Jalur Independent
Namun perobahan nama jalan tersebut dapat kritikan oleh Safrijal Batubara President GAGAK RI (Gerakan Aku Geram dan Anti Koruptor Republik Indonesia). Beliau menyatakan bahwa probahan nama tersebut cendrung tampa ada rapat koordinasi antar tokoh masyarakat, adat dan agama seputaran kota medan, bahkan cendrung mengikis dan melupakan cultur adat kota medan yang notabenenya adalah cultur melayu, batak, karo, aceh dan mandeling.


Selain itu meliau juga menyatakan “ Mulai hari ini, detik ini, saya selaku  President Gerakan Aku Geram dan Anti Koruptor Republik Indonesia (GAGAK RI) Menolak Keras dan Tegas Digantikannya Jalan PLAJU menjadi WHUSU, saya menilai hal tersebut penuh dengan upaya mengikis sejarah dan adat kota medan, selama ini saya menilai tidak sedikitpun mereka baik GUBERNUR dan Wali Kota memancing semangat pemuda dan masyarakat kota medan untuk mengenang budaya dan adat yang sudah dari dulu tumbuh dan berkembang didataran masyarakat kota medan. Saya secara pribadi semoga didukung semua kalangan orang yang ber Tuhan dan Beradat, memberikan masukan yang lebih nasionalis, beradat dan mengenang sejarah,yaitu, jalan PLAJU menjadi Jalan PENCAK SILAT, karena selama ini saya menilai tidak ada sedikitpun, usaha HT ERRY NURADI dan DZULMI ELDIN untuk mengembangkan, menjaga dan kembali membudidaya kan pencak silat, padahal dulu yang memerdekakan Indonesia Pendekar – Pendekar Pencak silat juga aktif dalam memerdekakan dan mempertahankan Kemerdekaan. Betapa kita miris sekali mereka berdua, wali kota kota medan dan Gubernur Sumut yang keduanya bersuku melayu tidak pernah mensosialisasikan Hal pergantian nama Jalan PLAJU menjadi WHUSU di kalangan masyarakat, namun secara tiba – tiba mereka menyatakan “sudah 2 Tahun melakukan Sosialisasi terkait perobahan nama jalan Plaju menjadi WHUSU”. Pungkasnya.

Lanjutnya, “saya sebagai masyarakat yang bersuku melayu menilai bahwa mereka cendrung Membodoh – bodohi masyarakat Sumatera Utara, dengan menyatakan sudah melakukan sosialisasi secara totalitas selama 2 (tahun) padahal saya tidak bernah melihat, mendengar sosialisasi mereka terkait nama jalan tersebut,” pungkas Safrijal Batubara yang notabenenya juga akan mencalon menjadi gubernur sumatera Utara jalur Independent.

0 komentar:

Posting Komentar