Rabu, 04 Januari 2017

Penghina Pancasila itu oknum militer Australia, Menhan: Sudah diberi sanksi

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, penghinaan terhadap Pancasila sebagai lambang negara Indonesia hanya dilakukan oknum militer anggota Australian Defence Force (ADF).  Oknum itu sudah diberi sanksi oleh ADF.

“Itu kan yang letnan saja, kemudian sudah ditegur, sudah dihukum itu,” kata Ryamizard Ryacudu di Istana Bogor, Rabu (4/1/2017).

Diketahui, penghinaan itu terungkap berdasarkan laporan instruktur dari Korps elite Pasukan Khusus (Kopassus) yang mengajar di Sekolah Pasukan Khusus Australia. Penghinaan tersebut terdapat pada materi bahan ajar pada fasilitas militer Australian Defence Force (ADF).

Sebagaimana dikutip Sydney Morning Herald menyebut bahan ajar bermateri terkait aksi TNI pada 1965 dan peristiwa di Timor Timur –sekarang bernama Timor Leste– saat masih jadi bagian Indonesia. Diantaranya, ada kertas dilaminasi bertuliskan PANCAGILA.

Ryamizard kepada wartawan saat menghadiri rapat kabinet di Istana Bogor, berkeyakinan militer atau Pemerintah Australia sama sekali tidak berniat untuk menghina atau
melecehkan Indonesia. Selama ini, Australia dan Indonesia menjaga hubungan baik.

“Jangan gara-gara ‘curut-curut’ enggak jelas itu hubungan negara enggak bagus,” kata Menhan.

Ryamizard tidak mengakui karena peristiwa itu kerja sama militer antara TNI dan ADF ditunda.

Menhan ini menerangkan dirinya dalam waktu dekat, akan menemui Menteri Pertahanan Australia untuk membahas kelanjutan kerja sama militer yang terhenti.

“Saya seharusnya kemarin ke sana. Belum, karena Menhan-nya lagi di rumah sakit. Saya ke sana, mungkin akhir bulan ini,” ujar Menhan.

Sebelumnya, TNI memang sempat tersinggung lantaran masukan instruktur Kopassus yang bertugas di ADF di Perth Australia, oleh bersangkutan tidak dihiraukan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo setelah mendapat laporan secara resmi, menindaklanjuti dengan mengambil tindakan tegas menghentikan kerjasama militer. @ist/kpsn/licom

loading...

0 komentar:

Posting Komentar