Minggu, 22 Januari 2017

Pemprov Mulai Bebaskan Lahan

Bangun SMA Bertaraf Internasional

KARIMUN (HK)-Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri membangun Sekolah Menengah Atas (SMA) bertaraf internasional di Sidorejo, Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun bakal terwujud. Pemprov Kepri mulai mengalokasikan anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan sekolah itu melalui APBD Kepri 2017. "Tadi Kepala Dinas Pendidikan Kepri sudah datang kesini. Tadi beliau bilang, untuk tahapan awal dianggarkan pembebasan lahan dulu. Jadi, untuk pembangunan gedung sekolah kemungkinan di tahun 2018 nanti," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim usai pembukaan pertandingan bola voli Amelia Cup, Jumat (20/1) siang.

Kata Bakri, anggaran pembebasan lahan gedung sekolah itu masih belum diketahui, berapa besaran anggarannya masih dalam tahap negosisasi antara Pemprov Kepri dan pemilik lahan. Jika sudah ada kesepakatan, maka anggaran itu langsung dikucurkan oleh Pemprov Kepri.

"Kalau soal anggaran pembebasan lahan masih berada di Provinsi Kepri. Begitu juga soal anggaran pembangunan gedung sekolah belum kami ketahui. Namun, sebelunya estimasi anggaran pembangunan gedung sekolah itu sekitar Rp1 miliar. Anggaran itu sudah termasuk pengadaan mobiler," sebutnya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq sebelumnya mengatakan, sekolah negeri yang akan dibangun di Sidorejo nantinya bertaraf nasional bahkan internasional. Jika sekolah itu nanti sudah dibangun, maka akan membantu mengurangi beban sekolah SMA lain di Karimun, karena ada tujuan lain bagi orang tua murid untuk mendaftarkan anaknya sekolah," ungkap Aunur Rafiq.

Kata Rafiq, selama ini orang tua siswa di Karimun cenderung mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit, seperti di SMA 4 atau SMA Binaan. Sementara, daya tampung di sekolah itu sangat terbatas. Begitu juga SMA 1 dan 2 memiliki keterbatasan ruang kelas. Sehingga, orang tua kebingungan untuk mendaftarkan anaknya sekolah.

"Hampir semua sekolah di Karimun kekurangan kelas. Untuk membangun kelas baru, masih kekurangan anggaran. Coba lihat, SMA 1 saat ini sudah mencapai 800 siswa. Begitu juga SMA 2 sudah mencapai 900-an. Dengan kondisi itu, maka terjadi penambahan lokal-lokal baru yang dipungut melalui komite sekolah," tuturnya.

Aunur Rafiq menyebut, pembangunan SMA negeri di Sidorejo itu atas usulan dirinya kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun ketika Nurdin masih menjabat sebagai Bupati Karimun. Lokasi itu sudah sangat pas sekali, karena disana banyak berdiri lembaga-lembaga pendidikan di Karimun.

"Pembangunan sekolah itu saya dulu yang mengusulkan kepada Gubernur sejak beliau masih jadi Bupati. Ketika beliau sekarang jadi Gubernur saya sampaikan lagi, beliau sangat menyambut baik. Bahkan, tadi ketika Gubernur datang ke Karimun dia mendukung dan akan menyusun anggaran untuk itu," terang Rafiq.

Menurut dia, berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional, pembangunan SMA dan SMK merupakan tanggungjawab provinsi. Sementara, untuk jenjang SMP dan SD tanggungjawab kabupaten/kota. Dia berharap, rencana pembangunan SMA negeri yang baru itu akan dapat terealisasi pada 2017 mendatang. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar