Kamis, 19 Januari 2017

Pelra Dapur 12 Jadi Tempat Keluar Masuk Sembako

SAGULUNG (HK) -- Pelabuhan tidak remsi atau yang akrap disebut pelabuhan rakyat (Pelra) yang berada di kampung tua Dapur 12 Sagulung, menjadi jadi tempat keluar masuk barang kebutuhan pokok (Sembako).  
Namun sangat disayangkan, pengawasan dari pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemko) melalui dinas terkait dan pihak kepolisian setempat dinilai masih minim.

Informasi yang dihimpun dari lapangan, terutama dari warga yang tinggal di kampung tua Dapur 12 Sagulung, bahwa pelabuhan tersebut menjadi tempat sandarnya kapal-kapal kayu dari wilayah Sumatera untuk mengantar barang-sembako, seperti halnya kelapa, sayur dan Arang serta lainnya.

"Memang sering kapal barang sandar di pelabuhan ini. Kapal-kapal itu sering bawa kelapa, ada juga Arang, dan pulangnya dari Batam dengan membawa barang elektronik serta peralatan perlengkapan rumah tangga," ujar salah seorang warga yang tak mau namanya disebutkan, Rabu (18/1)).

Dijelaskannya lagi, barang yang dibawa dari Batam informasinya akan dijual ke sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, seperti halnya di Provinsi Jambi. "Kapalnya besar, diatas 30 GT, kalau sandarnya tidak tentu, yang jelas bisa tiga kali dalam satu minggu, dan paling sedikit satu kali dalam satu minggu," lanjutnya.

Sementara itu, Ahmad, ketua perangkat RW kampung tua Dapur 12 Sagulung membenarkan hal tersebut. "Iya, memang kapal dari Tanjungbalai Asahan dan daerah Jambi setiap minggu selalu masuk, mereka dari sana, membawa arang, ada juga kelapa," katanya.

Ahmad juga menjelaskan, kapal itu pulang dari Batam, sekalian membawa barang seperti sembako dan perabotan rumah tangga. "Tergantung permintaan mungkin, tidak mungkin kapal itu balik dari Batam, kosong tak bawa muatan," jelasnya, Rabu (18/1) saat dihubungi via telepon.

Saat ditanya siapa pemilik kapal, Ahmad juga mengakui tak mengetahui persis. Karena pemilik kapal itu tak pernah kelihatan. "Itu kapal dari luar, bukan kapal dari Batam," katanya. Sementara itu, Zarefriadi, selaku Kadisperindag Kota Batam saat dikonfirmasi mengenai keluar masuk barang tersebut, belum memberikan jawaban. (ded).

Share

0 komentar:

Posting Komentar