Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari didampingi pengurus DPD lainnya, yakni Marhaen Djumadi dan Nugroho SW. Foto: Sarifa-lensaindonesia LENSAINDONESIA.COM: DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur akan menggelar shalawat bareng dengan kader dan masyarakat dengan tema ‘Doa untuk Bangsa’.
Doa bersama itu dalam rangka memperingati HUT ke 44 PDIP di Halaman Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Surabaya pada Minggu (27/1/2017) malam.
Sekretaris DPD PDIP Sri Untari mengatakan acara keagamaan semacam ini sudah sering digelar di partainya sejak tahun 2012 lalu. Tak hanya itu, hal ini dilakukan sekaligus menepis anggapan yang mengaitkan PDIP dengan PKI atau anti-Islam.
“Kami sudah sering menggelar shalawat, serta acara keagamaan lainnya. Kali ini shalawatan dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT ke 44 PDI Perjuangan. Dan yang pasti, ini sekaligus membuktikan bahwa PDIP tidak seperti yang dituduhkan pihak-pihak tak bertanggung jawab itu,” ujar Untari ditemui dikantornya, Jumat (27/1/2017).
Doa bersama nantinya akan dipimpin oleh KH Zainudin Husni dari Surabaya, serta dihadiri sejumlah kiai dan pengurus asal PWNU Jatim, PCNU Surabaya juga PCNU Sidoarjo.
“Kami sangat terbuka dengan semua ulama. Karena itu kami tegaskan PDIP tidak pernah ada masalah dengan ulama siapapun, tidak ada kriminalisasi ulama, ulama yang mana. Bagi PDIP semua ulama kami hormati, kami junjung tinggi,” tegas wanita yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim ini
Untari juga mengungkapkan pihaknya merasa tak terima dengan banyaknya tudingan yang menyebut bahwa kader PDIP anti-Islam dan membenci para ulama. Ia menegaskan bahwa hal itu tidaklah benar.
“Ini salah satu buktinya kami mengadakan Shalawatan bersama. Hampir sebagian besar yaitu 80 persen kader PDIP adalah Islam. Mayoritas kami ini dari NU. Seperti pengurus harian DPD PDIP Jawa Timur dari 23 pengurus, 20 orang adalah muslim,” cetusnya.
Karena itu pihaknya berharap dengan digelarnya doa bersama, shalawat Nabi Muhammad SAW, maka akan bisa menjadikan bangsa Indonesia aman, sejahtera dan jauh dari pertikaian antar sesama anak bangsa.
“Jangan sampai bangsa ini terpecah belah. Bangsa ini berdiri atas perjuangan para ulama, syuhada dan pejuang dari beragam suku, agama dan ras,” tandasnya.
Ditambahkan, Ketua Panitia PDIP Bersholawat Marhaen Djumadi menegaskan kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan acara keagamaan yang akan digelar di Surabaya pada Sabtu besok. “Jadi kami tegaskan lagi, PDI Perjuangan Bersholawat ini sudah dirancang sejak lama untuk memperingati HUT ke 44 PDIP. Bukan maksud untuk menandingi atau apapun. Ini murni rangkaian kegiatan HUT PDIP,” tutup Marhaen.@sarifa
0 komentar:
Posting Komentar