"Mesin kapal mereka tiba-tiba mati. Korban kemudian berusaha menghidupkan mesin kapal tersebut. Disaat bersamaan, kemudi kapal juga tengah rusak. Korban kemudian hendak menghidupkan mesin dan memperbaiki kemudi yang patah. Namun, karena angin kuat, korban akhirnya jatuh ke laut bersamaan dengan kemudi yang patah," ungkap Dedy.
Kata Dedy, teman korban kemudian memberitahukan kepada nelayan lain kalau Rusli terjatuh ke laut. Saat itu juga, nelayan Karimun dibantu tim penyelamat yang terdiri dari Basarnas, Lanal Karimun dan Satpolair Polres Karimun melakukan pencarian korban. Namun, keberadaan korban tak kunjung ditemukan.
Korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar 8 mil dari lokasinya jatuh ke laut atau tepatnya di hutan bakau, Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat pada Minggu (29/1) sekitar pukul 11.00 WIB oleh Acep, warga Pangke, Kecamatan Meral Barat. Korban kemudian dievakuasi ke Pantai Ambat, selanjutnya dibawa ke rumah duka.
"Saat ditemukan oleh Acep, warga Desa Pangke, korban hanya mengenakan celana pendek warna kuning hitam. Korban saat itu tidak memakai baju. Kondisi korban sudah mulai mengenaskan, wajah korban sudah menghitam, mata sebelah kiri juga sudah rusak. Namun, tubuh lainnya masih utuh," jelas Dedy. (ham)
Share
0 komentar:
Posting Komentar