Kamis, 26 Januari 2017

Menteri Pertanian launching Cabai Jawa Timur Pakde Karwo 1

Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) didampingi istrinya Bude Karwo saay launching cabai varietas baru di Jatim. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Jawa Timur. Setelah melakukan Rapat Koordinasi Pencapaian Target Tanam Padi Periode Januari-Maret 2017 di Kodam V/Brawijaya, Mentan juga melaunching cabai dengan varietas baru di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbang Kementan Surabaya, Kamis (26/1/2017).

Ada yang menarik dengan cabai itu. Sebab varietas yang dikembangkan oleh BPTP ini diberi nama Jawa Timur Pakde Karwo (JTPK) 1. Melihat hasilnya, Mentan merasa sangat puas dan mengaku akan segera menyebarkan bibit cabai vvarietas baru ini ke seluruh Indonesia.

“Ini bibit varietas baru. Sudah saya coba. Rasanya sangat pedas. Namanya Pakde Karwo 1. Ini sebagai bentuk apresiasi kami pada Pakde Karwo yang telah berhasil surplus cabai, bawang, dan juga sapi,” kata Amran ditemui di Kantor BPTP Balitbang Kementan.

Dijelaskan, untuk varietas cabai JTPK 1 ini produktivitasnya cukup tinggi. Jika setiap hektare umumnya panen cabai antara 8 kuintal sampai 1 ton, JTPK 1 bisa panen hingga 2 juta ton per hektare. Tak hanya cabai, Amran juga menilai Jatim telah sukses dalam produksi bawang.

Bahkan untuk kelahiran anak sapi, lanjut Amran, dari target 1,5 juta anak sapi, Jatim mampu menyumbang 1 juta ekor.

“Untuk sapi bunting sampai lahir, Jatim sumbang 2/3 dari target nasional. Ini luar biasa. Maka dari itu, atas keberhasilan Jawa Timur ini maka cabai varietas baru ini tidak salah dinamai Pakde Karwo 1,” jelasnya.

Amran menambahkan untuk menekan harga cabai yang mengalami lonjakan juga disebar bibit cabai. “Tiap rumah tangga bisa tanam 5-10 pot. Ini kita bagikan gratis. Apa yang ada di sini semua bibit boleh diambil dan dibawa pulang,” imbuhnya.

Sementara untuk anggaran gerakan tanam cabai tahun 2017 ini, Kementan menyiapkan anggarkan sebesar Rp 100 miliar.

“Kalau Rp 100 miliar itu dirasa masih kurang maka tahun depan bisa kita tambah jadi Rp 200 miliar. Kalau tiap rumah tangga bisa tanam dan panen cabai, maka cabai petani bisa kita ekspor,” cetus dia.

Diketahui, dalam acara ini juga terdapat beberapa kegiatan yaitu penandatanganan perjanjian kerjasama. Seperti penandatanganan kesepakatan bersama antara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim dengan Ketua TP PKK Jatim tentang Pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian Jatim.

Kemudian, perjanjian kerjasama antara Kepala BPPTP Balitbang Kementan dengan Ketua TP PKK Jatim tentang Peningkatan Ketahanan Pangan dan Gizi Keluarga.

Lainnya, juga dilakukan Penandatangan Perjanjian Kerjasama antara Wahid Foundation dan Kepala Balitbang Pertanian Kementan untuk meningkatkan ketersediaan dan kualitas pangan masyarakat melalui pengoptimalan pemanfaatan lahan, pekarangan dan pengembangan pangan lokal dalam rangka mewujudkan sumber daya keluarga yang berkualitas.@sarifa

loading...

0 komentar:

Posting Komentar