Kunker Komisi IV DPRD Bandung Barat
BATAM (HK)- DPRD Batam menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari komisi IV DPRD Bandung Barat, Kamis (26/1) di ruang serbaguna, DPRD Batam. Dalam diskusi singkat tersebut, penanganan BPJS kesehatan dan penanggulangan HIV AIDS menjadi pembahasan serius.
Dalam kunker tersebut, DPRD Bandung Barat disambut oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho bersama Ides Madri, rekan sesama komisi IV.
Dalam kesempatan itu, salah satu juru bicara dari DPRD Bandung Barat, Iwan, mempertanyakan proses penyelesaian pembayaran BPJS. Sebab di daerahnya banyak masyarakat yang kesulitan dalam membayar sehingga meminta DPRD menganggarkannya dalam APBD.
"Bagaimana pemerintah Batam dalam menanggulangi masyarakat yang kesulitan dalam pembayaran BPJS, karena di daerah kami masyarakat kesulitan membayarnya sehingga meminta untuk dianggarkan dalam APBD," tanya Iwan.
Mendapat pertanyaan tersebut Ides Madri, yang juga salah satu anggota Komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan kalau masalah tersebut, Pemko Batam telah membentuk tim khusus yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam upaya mengatasinya.
"Penko Batam sudah membentuk tim untuk mangatasi masalah tersebut," jawab Ides Madri. Penanganan persoalan BPJS, lanjutnya, sangat ditentukan oleh kesiapan dan ketersedian tim medis, serta paramedis.
Jawaban Ides Madri ditambahkan juga oleh Udin P Sialoho yang mengatakan kalau sampai saat ini Pemko Batam sudah mengalokasikan dana untuk mengcover masyarakat miskin yang tidak bisa melakukan pembayaran.
Sementara itu mengenai jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Batam, dokter Siska selaku Kabid Kemas Dinkes Kota Batam mengatakan kalau sejauh ini jumlah penderita HIV/AIDS cukup banyak dan bahkan penyebarannya sudah mencakup kedalam rumah tangga.
"Sampai saat ini yang terinveksi cukup banyak dan sudah masuk kedalam rumah tangga," katanya.
Ditambahnya juga, dalam mengatasi penyebaran HIV/AIDS dikalangan masyarakat Kota Batam, pemerintah sendiri juga didukung oleh Rumah Sakit swasta dan pemerintah pusat serta kelompok yang peduli dengan pemberantasan HIV/AIDS, dan saat ini program untuk pencegahannya sudah mencapai ke Puskesmas.
"Untuk mengatasinya sendiri kami bekerjasama dengan berbagai pihak yang peduli dengan pasian yang terinveksi virus HIV/AIDS dan kami juga telah memasukkan programnya ke Puskesmas," tambahnya. Sementara itu saat ditanya balik mengenai APBD di Bandung Barat, Didin anggota kunker mengatakan kalau Bandung Barat dan Batam tidak beda jauh mengenai APBD maupun jumlah penduduknya.
"Batam dan Bandung Barat hanya beda tipis, baik anggaran APBD maupun jumlah penduduknya. APBD Bandung Barat sendiri berjumlah Rp2,3 triliun beda sedikit dengan APBD Batam yang Rp2,5 triliun begitupun jumlah penduduknya Bandung Barat 1,6 juta jiwa sedangkan Batam 1,2 juta jiwa" ungkapnya menjelaskan.
Namun kegiatan kunker in hanya berjalan sebentar, karena Udin P Sialoho mengatakan kalau dirinya beserta anggota dewan yang lain harus pergi melayat kerumah duka salah satu anggota DPRD yang akan dimakamkan hari ini. (cw58)
Share
0 komentar:
Posting Komentar