Buntut Gaji tak Dibayar
KARIMUN (HK)-Kerusuhan terjadi di areal PT Multi Ocean Shipyard (MOS) yang berada di Kelurahan Parit Lapis, Kecamatan Meral, Kamis (12/1) pagi. Ribuan karyawan perusahaan galangan kapal itu mengamuk, akibat gaji yang tak kunjung dibayarkan perusahaan. Akibatnya, kantor hancur dan arsip perusahaan dibakar.
Ribuan karyawan sudah berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di halaman kantor PT MOS. Mereka berteriak menuntut gaji mereka yang belum dibayarkan. Perwakilan manajemen PT MOS berusaha memberikan pengertian kepada karyawan. Namun sayang, jawaban itu tidak memuaskan hati para karyawan.
"Tiga bulan ini gaji kami selalu terlambat dibayarkan. Kami hanya menuntut gaji kami. Gaji itu cuma cukup untuk makan dan bayar kontrakkan. Ada sebagian dari pekerja yang tak bisa beli susu anak karena gaji tak kunjung dibayarkan perusahaan," teriak salah seorang karyawan PT MOS.
Menurut dia, manajemen PT MOS tak pernah menghargai karyawan. Jika hujan, karyawan tak bisa bekerja. Namun, gaji mereka dipotong. Padahal, hujan bukanlah kehendak mereka. Namun, walau hujan mereka tetap datang ke perusahaan. Hanya saja tak bisa bekerja, karena pekerjaan dilakukan di lapangan.
Selain itu, katanya, perusahaan juga tak pernah memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawan. Para karyawan tak dimasukkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Pernah suatu ketika ada karyawan yang mengalami kecelakaan saat kerja. Namun, ketika berobat biaya pengobatan malah ditanggung sendiri.
Merasa tak puas, para karyawan mulai merangsek masuk ke dalam kantor. Emosi mereka mulai tak terkendali. Saking marahnya, isi kantor diobrak-abrik karyawan. Meja, kursi dan lemari beserta isinya bertebaran. Kaca pintu dan jendela berserakan juga berserakan. Bahkan, sebagian dari arsip perusahaan dibawa keluar dan dibakar di halaman kantor.
Melihat kondisi sudah makin tak terkendali, manajemen perusahaan akhirnya keluar dari kantor melalui pintu belakang. Celakanya, salah seorang manajemen di bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia PT MOS insial NS, terkena pukulan karyawan. Pihak kepolisian akhirnya mengamankan pimpinan dan manajemen PT MOS.
Kapolres Karimun AKBP Armaini yang berada di lokasi kejadian, sudah berusaha memenangkan karyawan untuk tidak bertindak anarkis. Kapolres bahkan masuk ke tengah-tengah karyawan yang berunjuk rasa. Dia meminta karyawan untuk tetap tenang. Selesaikan masalah itu dengan baik-baik.
"Saya meminta kepada saudara-saudara untuk tetap tenang. Jangan ada yang betindak anarkis. Mari kita selesaikan persoalan ini dengan cara-cara yang baik. Saya yakin, manajemen perusahaan pasti akan mencarikan jalan keluar dari massalah ini. Jangan memaksakan diri," ungkap Kapolres.
Pengamanan itu melibatkan ratusan personil dari Polres Karimun diperkuat dengan Polsek Meral, Tebing dan Balai Karimun. Ditambah lagi kekuatan dari Satuan Brimbob Polda Kepri yang ada di Karimun. Bahkan, aparat TNI juga ikut mengamankan jalannya aksi unjuk rasa di PT MOS tersebut.
Perlahan-lahan, karyawan situasi mulai terkendali. Karyawan mulai berpencar dengan tertib. Informasi yang diperoleh, manajemen PT MOS akhirnya membayarkan gaji karyawan perusahaan itu sekitar pukul 15.00 WIB. Setidaknya, perusahaan sudah menyediakan dana sekitar Rp1 miliar untuk membayarkan gaji karyawan tersebut. (ham)
Share
0 komentar:
Posting Komentar