Pasangan Ahok-Djarot ini diganjal dari berbagai serangan. @foto:rmol.LENSAINDONESIA.COM: Kabar sejumlah kader Partai Nasional Demokrat di DKI Jakarta pendukung pasangan
Ahok-Djarot membelot memberikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga
Uno, belakangan menjadi isu politik yang semakin hangat.
Bahkan, seperti menjadi ‘peluru’ penyemagat baru bagi Anie dan Sandiaga. Situasi yang tidak menguntungkan bagi dinamika pasangan Ahok-Djarot ini, nampaknya segera disikapi Nasdem. Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago, kontan membantah keras.
“Nggak benar itu. Yang benar, ada beberapa pengurus DPC Nasdem yang sudah dinonaktifkan mendukung Anies,” tegas Irma di Jakarta, hari ini (3/1/2017).
Menurut Irma, klaim Sandiaga Uno terlampau berlebihan dalam kampanye di bilangan Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Ia membandingkan, saat Ruhut Sitompul dan Hayono Isman mendukung pasangan Ahok-Djarot, pihaknya menilai hal biasa dalam dinamika politik yang dewasa. Karenanya, pihaknya tidak menyinggung-nyinggung partai demokrat asal partai kedua politikus itu.
“Jadi menurut saya, terlalu naïf bicara seolah-olah kader Nasdem 10 kecamatan,” tegas politikus Nasdem ini.
Anggota Komisi IX DPR ini juga mengatakan sebelum terdengar kabar mantan kader Nasdem memberikan dukungan ke Anies-Sandiaga, semuanya sudah dinonaktifkan. Pasalnya, mereka dinilai melanggar kebijakan partai.
“Yang pasti pelanggaran kebijakan Partai,” ujarnya.
Menurutnya dalam politik banyak terjadi infiltrasi membelot dari kebijakan partai. Sebagaimana diketahui Nasdem sedari awal mendukung penuh pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok – Djarot Saifulah Hidayat. Menurutnya, terhadap kader yang tidak melaksanakan kebijakan partai mesti mundur dari Nasdem.
“Kalau pengurus sesuai dengan garis partai harus mundur,” pungkasnya. @dg
0 komentar:
Posting Komentar